Senin, 09 Desember 2019


Kratom Sepi Pembeli

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 2208
Kratom Sepi Pembeli

MEMANEN - Petani di Kapuas Hulu sedang memanen kratom di kebun miliknya. IST

PUTUSSIBAU, SP - Sejumlah petani kratom di Kapuas Hulu mengeluhkan tidak adanya pembeli. Kondisi tersebut sudah dua bulan terakhir dialami oleh para petani.

Petani kratom Putussibau Selatan, Ilyas menyampaikan, akibat tidak adanya pembeli kratom, dirinya merasa merugi. Untuk itu, ia berharap kondisi tersebut dapat segera teratasi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) sehingga perekonomian masyarakat bisa kembali stabil.

"Kratom saat ini sudah banyak yang siap dipanen, namun kami lebih memilih tidak memanen karena tidak adanya pembeli," tuturnya, belum lama ini.

Diakuinya, saat ini kondisi perekonomian warga sedang macet. Para petani kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup, pendidikan, dan kesehatan.

"Kratom merupakan komoditi andalan masyarakat saat ini. Jika kratom ditutup, masyarakat tidak memiliki alternatif usaha lain lagi. Akibatnya bisa berdampak pada angka kriminalitas yang tinggi" tuturnya.

Menurutnya, saat ini harga sejumlah barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga.

"Sudah dua bulan terakhir kita bertahan dengan kondisi sulit ini," ungkapnya.

Petani lainnya, Ambo menyampaikan, jika nantinya tanaman kratom dilarang, dirinya tetap akan mempertahankan tumbuhan tersebut ditanam. Sebab, batangnya bisa digunakan untuk bahan mebel dan penghijauan pantai akibat abrasi sungai.

"Kami sudah menghabiskan modal yang besar untuk menanam kratom ini," ujarnya.

Macetnya pembelian kratom ini, kata dia, merupakan dampak dari isu larangan kratom yang selalu dikemukakan. Sebelumnya, perekonomian masyarakat masih tetap stabil.

"Jika kratom dilarang, kita minta pemerintah menyediakan komoditi penggantinya," pintanya.

Petani kratom lainnya, Jele menuturkan, kratom dirasakan sangat membantu di usia tuanya, mampu hidup secara mandiri.

"Saya tidak bergantung hidup dengan anak, saya bisa mandiri. Saya minta pemerintah mengupayakan legalitas kratom karena kami petani kecil ini tahunya hanya bertani saja," tuturnya. (sap/lha)