Selasa, 19 November 2019


Oknum Guru Diduga Cabuli Tiga Siswa

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 105
Oknum Guru Diduga Cabuli Tiga Siswa

Ilustrasi

PUTUSSIBAU, SP -  Tiga siswa di salah satu SDN di Kecamatan Hulu Gurung, diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum guru.

Kejadian tersebut terjadi pada saat para siswa mengikuti program rutin sekolah, yakni pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di ruang unit kesehatan sekolah.

Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Siswo melalui Kasat Reskrim Iptu Siko menyampaikan, kronologis korban pertama. 

Pada Jumat (1/11) sekira pukul 09.00 WIB sehabis pelajaran Matematika saat istirahat pertama belajar, kemudian dilanjutkan dengan program pemeriksaan kesehatan siswa.

 ”Pada saat itu korban berinisial RPA mendapat giliran untuk diperiksa kesehatannya di ruang kesehatan atau UKS," katanya.

Saat itu, korban (pelapor) mendapat giliran untuk diperiksa. Dia diminta oleh terduga pelaku SP untuk menyikat gigi. Kemudian diminta untuk duduk, berbaring, dan memejamkan mata.

”Saat itu, korban merasa kemaluan terduga pelaku masuk ke mulut korban dan mengeluarkan sperma," terangnya.

Selanjutnya, pelaku mengatakan, jika ada air yang masuk ke mulut jangan ditelan tetapi dibuang. 

Korban kedua berinisial FN. Saat itu, terduga pelaku SP melakukan pemeriksaan terhadapnya. Kemudian, SP memasukkan tangannya ke mulut korban dan diminta untuk memejamkan mata.

”Kemudian SP dan mendekatkan mulutnya ke mulut pelapor dan meminta pelapor menjulurkan lidah agar mengenai lidahnya,” jelasnya.

Setelah itu, korban diminta untuk berbaring di atas kasur. SP membuka rok korban dengan tangan kiri hingga rok pelapor terbuka sampai ke lutut.

Korban ketiga, kasusnya diduga terjadi pada 2017 lalu. Saat itu, korban berinisial AL duduk di kelas 3. 

Pada saat kegiatan rutin pemeriksaan kesehatan, terduga pelaku meminta korban untuk menggosok gigi. Lalu, korban diperintahkan juga untuk duduk dan tutup mata.

”Kemudian terduga pelaku mencium bibirnya,” ujar Siko.

Atas kejadian tersebut, Polres Kapuas Hulu mengamankan terduga pelaku tindak pidana persetubuhan atau pencabulan anak di bawah umur, Jumat (1/11) lalu, sekitar pukul 22.00 WIB.

Terduga pelaku diancam dengan pasal 81 atau pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (sap/lha)