Selasa, 19 November 2019


Anton Apresiasi Umat hingga Pastor Paroki

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 69
Anton Apresiasi Umat hingga  Pastor Paroki

MERESMIKAN - Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero, meresmikan lokasi Pemakaman Mater Dolorosa Paroki Peniung - Bunut, Desa Tekudak, Kecamatan Kalis, kemarin. IST

Pemerintah Daerah (Pemda) Kapuas Hulu mengapresiasi atas tersedianya lokasi Pemakaman Mater Dolorosa Paroki Peniung - Bunut, Desa Tekudak, Kecamatan Kalis.

Wakil Bupati, Antonius L. Ain Pamero mengatakan, ketersedian pemakaman tersebut tidak terlepas dari peran serta dan kerja keras semua pihak.

”Kerja sama umat ini patut kita apresiasi. Dari tahun 2012, umat sudah mulai mengumpulkan dana, sampai akhir 2019 bisa terealisasi," ujarnya saat meresmikan lokasi pemakaman tersebut, kemarin.

Dana tersebut bisa dikumpulkan karena kesadaran umat. Hal ini membuktikan bahwa dukungan umat sangat penting. Untuk itu, Pemda Kapuas Hulu mengapresiasi pastor paroki, dewan pastoral, dan umat. 

”Tidak semua daerah bisa menyiapkan lokasi pemakaman. Sekarang tempat sudah ada, maka harus dipelihara,” tuturnya.

Anton menambahkan, tempat tersebut menjadi sangat mulia jika dikelola dengan baik. Ia berharap, umat jangan pernah berhenti berbuat baik.

”Sisihkanlah sumbangan untuk pembangunan dan pemeliharaan lokasi makam,” pesannya.

Menurutnya, cara-cara swadaya yang sudah dipupuk harus dilanjutkan. Selanjutnya, Yayasan Santa Maria Paroki Peniung-Bunut, Kecamatan Kalis sudah terbentuk, maka ini menjadi prosedur untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.

”Saya bangga karena yayasan tersebut dari sisi aturan kelembagaan sudah menyiapkan diri. Sehingga ketika bantuan diberikan melalui mekanisme, prosedur yang benar,” ungkapnya.

Diterangkannya bahwa prosedur yang harus ditempuh itu, mulai dari musrenbang desa hingga kecamatan.

”Saya mendorong agar desa menginventarisir apa yang menjadi kebutuhan, termasuk dari dana desa, juga bisa untuk menstimulan masyarakat mengalokasi dana desa untuk pembinaan mental spiritual,” paparnya.

Apalagi menurutnya, desa mempunyai sumber dana, terkait apa saja yang dikelola harus transparan terhadap masyarakat, terhadap kegunaan aturan apa yang digunakan, apa yang menjadi skala prioritas. (rilis/syapari/shella)