Minggu, 19 Januari 2020


61,73 Persen Perkawinan di Kapuas Hulu Belum Tercatat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 82
61,73 Persen Perkawinan di Kapuas Hulu Belum Tercatat

MEMBUKA - Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir, membuka kegiatan palayanan terpadu sidang isbat nikah dan pencatatan perkawinan, di Gedung MABM Kapuas Hulu, Rabu (4/12). IST

PUTUSSIBAU, SP - Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir, membuka kegiatan palayanan terpadu sidang isbat nikah dan pencatatan perkawinan, di Gedung MABM Kapuas Hulu, Rabu (4/12).

Kegiatan tersebut terlaksana berkat kerja sama antara beberapa pihak, seperti Pengadilan Agama Putussibau, Kementerian Agama, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kapuas Hulu.

Nasir menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu sangat bermanfaat dan dirasakan sangat membantu masyarakat dalam mempermudah urusan administrasi perkawinan.

"Administrasi itu sangat penting. Kegiatan ini perlu terus dilakukan dan ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Dikatakannya, perkawinan hendaknya dilakukan dengan mengikuti prosedur yang telah diatur oleh Negara, agar mempelai dapat memperoleh pencatatan nikah yang resmi, sehingga ke depan tidak tersandung administrasi.

”Paling tidak, ketika hendak mengurus administrasi akan lebih mudah, jika administrasi diri sudah dilengkapi dari awal, seperti akta lahir anak dan sebagainya," tuturnya 

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kapuas Hulu, Usmandi menerangkan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempercepat proses status perkawinan, perubahan status anak, dan terbangunnya database kependudukan yang akurat.

"Sehingga nantinya akan bisa menuju Kapuas Hulu satu data," ucapnya.

Diterangkannya, pencatatan perkawinan merupakan amanat dari dalam peraturan perundang-undangan yang wajib dicatat. 

Berdasarkan data pihaknya, untuk semester 1 tahun 2019, jumlah masyarakat muslim Kapuas Hulu yang sudah melakukan perkawinan sebanyak 79.781 orang. Banyaknya yang sudah tercatat nikahnya ada 33.290 orang. Artinya, masih ada 46.491 orang belum tercatat nikah.

”Untuk masyarakat Kristen yang sudah menikah ada 10.941 orang dan tercatat perkawinannya sebanyak 3. 771 orang. Sedangkan yang belum tercatat, yaitu 7.170 orang,” sampainya

Selanjutnya, kata Usmandi, untuk masyarakat Katolik yang menikah sebanyak  39.912 orang, sementara yang sudah tercatat nikahnya 12. 953 orang, dan tidak tercatat ada 26.959 orang. 

Untuk agama Hindu yang sudah menikah sebanyak  13 orang, tercatat baru dua orang, sementara yang tidak tercatat 11 orang. 

"Sedangkan masyarakat dari agama Buddha yang sudah menikah di Kapuas Hulu sebanyak 129 orang, tercatat nikahnya 43 orang, dan tidak tercatat 86 orang," jelasnya.

Selanjutnya, untuk agama Konghucu,  yang menikah 181 orang, tercatat 69 orang, dan tidak tercatat 112 orang. Artinya secara keseluruhan, sebanyak 61,73 persen perkawinan di Kapuas Hulu belum tercatat. 

"Oleh karena itu, Pemda Kapuas Hulu bersama pihak-pihak terkait melaksanakan sidang isbat nikah dan pencatatan perkawinan di dua kecamatan, Putussibau Selatan dan Putussibau Utara," pungkasnya. (syapari/shella)