Siswa SD Terjaring Operasi Simpatik 2016 Jajaran Polsek Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar

Kayong Utara

Editor sutan Dibaca : 2076

Siswa SD Terjaring Operasi Simpatik 2016 Jajaran  Polsek Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar
TERJARING- Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Sukadana menjaring salah seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) yang mengendarai sepeda motor pada hari pertama Operasi Simpatik 2016, di depan Kantor Polsek Sukadana, Rabu (2/3). SUARA PEMRED/ SYAHAR BANU
SUKADANA, SP – Hari pertama Operasi Simpatik 2016, Rabu (2/3), Kepolisian Sektor (Polsek) Sukadana berhasil menjaring seorang pelajar SD yang mengendarai sepeda motor.  

Operasi yang dipimpin Kapolsek AKP Hoerrudin ini, digelar di depan Kantor Polsek Sukadana, Kabupaten Kayong Utara (KKU) dengan melibatkan seluruh personilnya.

  Sebanyak enam pelanggaran, dari empat kendaraan roda dua dan dua kendaraan roda empat berhasil ditindak. Kepala unit (Kanit) Lalu Lintas (Lantas) Polsek Sukadana, Iptu Dharmayudin membenarkan, pihaknya berhasil menjaring seorang pelajar SD yang mengendarai sepeda motor.

Dalam penindakan, pihaknya  akan membina siswa tersebut.
“Untuk pelajar SD yang terjaring, kendaraannya kami amankan, dengan harapan orang tuanya yang datang ke kantor polsek.

Selanjutnya, baik orangtua dan anaknya akan kami berikan penjelasan serta pembinaan, agar hal seperti ini tidak dilakukan kembali,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Sukadana, AKP Hoerrudin menerangkan, pihaknya dalam menyongsong tertib berlalu lintas mengharapkan supaya masyarakat, khususnya di Sukadana, agar taat dalam berkendara.

Pengendara roda dua maupun empat juga diminta selalu membawa kelengkapan surat-surat kendaraannya dan tertib dalam berlalu lintas.
 
“Untuk semua jenis kendaraan, saya harapkan dapat selalu membawa kelengkapan surat-surat kendaraannya. Untuk sepeda motor, kita minta melengkapi kelengkapan kendaraannya. Seperti spion, helm dan tidak menggunakan knalpot racing,” imbau Hoerrudian.


Dalam operasi simpatik kali ini, pihaknya juga akan menertibkan para pelajar yang memang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). 
 
“Pelajar juga menjadi fokus penertiban dalam operasi simpatik. Ya, mungkin dengan melakukan teguran terlebih dahulu,” katanya.


Menurutnya, penggunaan sepeda motor oleh pelajar sudah kian marak terjadi di wilayah Sukadana. Tak ayal hal ini menjadi perhatian khusus untuk ditangani secara bersama-sama.

“Ini tidak lepas dari peran orang tua mereka, karena mengizinkan anaknya yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor. Saya jelas sangat prihatin dengan kondisi seperti ini,” tuturnya. (ble/bob)