Ratusan Umat Hindu Melaksanakan Upacara Melasti di Pantai Pulau Datok, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar

Kayong Utara

Editor sutan Dibaca : 1187

Ratusan Umat Hindu Melaksanakan Upacara Melasti  di Pantai Pulau Datok, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar
UPACARA- Ratusan umat Hindu di Kabupaten Kayong Utara (KKU) dan Ketapang melaksanakan Upacara Melasti Pensucian Diri di Pantai Pulau Datok, Minggu (6/3). Melasti dilakukan pada tiga hari sebelum hari raya Nyepi, untuk membersihkan alam semesta atau buana
SUKADANA, SP - Umat Hindu  melaksanakan Upacara Melasti Pensucian Diri di Pantai Pulau Datok, Kecamatan Sukadana, Minggu (6/3). Kegiatan tersebut dilakukan sebelum tibanya hari raya Nyepi pada 9 Maret mendatang atau tahun Saka 1938.
 
Terlihat ratusan umat hindu yang ada di Kayong Utara maupun Ketapang berkumpul menjadi satu, guna mengikuti Melasti sebelum tibanya hari raya Nyepi.
 
Ketua Parisada Hindu Darma, Kabupaten Kayong Utara, Komang Surapada mengatakan, upacara Melasti dilakukan pada tiga hari sebelum hari raya Nyepi. Berguna membersihkan alam semesta atau buana agung dan alam kecil atau buana alit untuk disucikan karena tiga hari kemudian akan dilakukan penyepian.
 
“Pada saat hari penyepian tersebut, kami umat hindu melakukan catur berasa. Ada empat hal yang dilarang pada penyepian. Pertama amati geni yang mana tidak boleh menghidupkan api, amati lelanguan tidak boleh berpesta pora, amati lelunungan atau tidak boleh berpergian dari luar rumah , dan amati harie tidak boleh berkerja selama hari penyepian tersebut berlangsung,” terangnya.
 
Untuk prosesi kegiatan Melasti, setelah semua umat Hindu berkumpul di tempat yang sudah disediakan, maka kegiatan memanjatkan doa pun digelar, kemudian dilanjutkan dengan menghanyutkan sesajen ke laut, seperti bagian-bagaian dari hasil tani maupun ternak.
 
“Ini sebagi bentuk menyucikan diri. Sebelum tibanya parayaan hari raya Nyepi mendatang.  Setelah itu, kami semua kembali berdoa, dan diakhiri dengan tarian,” terangnya.
 
Menurut Komang, upacara Melasi tiap tahunnya mengalami perkembangan. Hal ini, menunjukan bahwa, kekompakan dan kearifan lokal di KKU berjalan dengan baik.
“Diharapkan kehidupan sehari-hari di tahun ini, dapat lebih baik dari pada tahun sebelumnya," harapnya. (ble/bob)