Rabu, 13 November 2019


Oknum Ketua BPD Padu Banjar, KKU Dilaporkan ke Polisi

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1243
Oknum Ketua BPD Padu Banjar, KKU Dilaporkan ke Polisi

ILUSTRASI (republika.co.id)


SUKADANA, SP – Sa, oknum Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara (KKU) dilaporkan ke polisi. Pasalnya, ia diduga  melakukan tindak kejahatan seksual dengan ancaman terhadap Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial SP.


Kejadian tersebut berawal ketika korban yang sedang mandi di rumahnya di Desa Padu Banjar. Saat itu pelaku langsung mendobrak pintu kamar mandi dan mengancam akan membunuh korban, jika tidak melayani keinginannya untuk berhubungan intim.

“Kejadian pertama saat saya sedang mandi, dia (Sa) masuk mendobrak kamar mandi dan memaksa saya melayaninya. Dia bawa parang dan senapan angin,” terang korban saat ditemui di Polsek Simpang Hilir, Selasa (12/7).

Perbuatan bejat pelaku tak hanya kali pertama, menurut pengakuan korban. Ia sudah tiga kali mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh dari pelaku, dan semuanya di bawah ancaman.  

“Pertama di dalam WC, kedua di kamar dan terakhir di kebun,” terangnya.


Korban mengaku sudah menyerahkan kasus ini ke polisi, dan berharap pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,  dengan hukuman yang setimpal. Perbuatan pelecehan ini, diketahui oleh mantan suami korban, Tomi yang ketika itu sedang pergi ke kebun dan melihat pelaku dan istri korban sedang berbuat tidak senonoh.  

“Saya waktu itu pergi ke kebun. Saya lihat langsung dengan mata kepala saya, tapi tidak langsung saya datangi. Saya tanya istri saat pulang ke rumah. Saya paksa dia menceritakan hal tersebut, akhirnya istri saya menceritakan, bahwa ia sudah tiga kali melakukan hubungan dengan pelaku,” katanya.


Mengetahui kejadian itu, Tomi bersama keluarganya langsung menyampaikan persoalan tersebut kepada pelaku, yang dimediasi oleh pihak RT maupun desa, namun tak menemukan titik terang, sehingga mantan suami korban melaporkan pelaku ke Polsek Simpang Hilir.

“Saya dengan istri saya secara agama sudah pisah. Namun, saya mau pelaku  bertanggung jawab dengan menikahi mantan istri saya,” terang Tomi.

Dari penjelasan pihak keluarga  di Polsek Simpang Hilir mengatakan, bahwa baik pelaku dan korban masih ada kaitan keluarga. Namun sangat disayangkan,  perbuatan pelaku  tega merusak hubungan orang yang sudah berkeluarga.

Sementara itu, Kades Padu Banjar, Sunardi membenarkan bahwa telah terjadi pelecehan yang dilakukan oleh oknum Ketua BPD tersebut. Pihak desa, mengaku  beberapa waktu lalu sudah memfasilitasi kedua belah pihak untuk mediasi, agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, namun hasil  tidak menemukan titik temu, sehingga pihak keluarga korban melaporkan ke polisi.

“Kita sudah melakukan musyawarah di tingkat RT dan desa, namun tidak menemukan titik temu, karena Samsidar ini tidak dapat bertanggungjawab sepenuhnya,” jelas Sunardi.  

Terkait jabatan Ketua BPD Padu Banjar, lanjut Sunardi beberapa anggota BPD sudah melakukan rapat mengenai kasus yang dialami pimpinannya, sehingga sementara,  jabatan pelaku   akan diganti.  Bahkan, ada beberapa masyarakat yang sudah membuat surat pernyataan menolak pelaku kembali mengurus BPD.

Atas keinginan masyarakat ini, pihak desa akan memberikan surat tembusan ke kecamatan, pemdes hingga bupati. (ble/bob/sut)