Penari GSP Meriahkan Pembukaan Sail Selat Karimata 2016 di Kayong Utara

Kayong Utara

Editor sutan Dibaca : 1345

Penari GSP Meriahkan Pembukaan Sail Selat Karimata 2016 di Kayong Utara
ILUSTRASI- Tim Penari GSP. (foto.viva.co.id)
KAYONG, SP- Tarian  kolosal selama pembukaan Sail Selat Karimata pada 15 Oktober 2016 mendatang di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara (KKU), bakal membuka mata warga dunia termasuk Indonesia tentang kearifan lokal di KKU.  

Penampilan tarian ini  pun semakin kinclong karena langsung ditangani para koreografer dari Gencar Semarak Perkasa (GSP) Productions,  pimpinan Guruh Soekarnoputra, anak bungsu Presiden RI Pertama Soekarno. Mereka akan memeriahkan pembukaan Sail Selat Karimata di Sukadana, Ibu Kota KKU.  
 

Khusus pementasan-pementasan  tari GSP Productions,  pimpinan adik kandung mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, selama ini memang 'terlanjur' kondang di tanah air bahkan mancanegara.

Walaupun tidak lagi melibatkan koreografer-koreografer senior semisal Denny Malik,  tarian yang dilatih atau dibuat sendiri oleh GSP Production diyakini tak akan mengecewakan.
 

Denny mengakui, tarian yang dikoreografi Guruh tak akan pernah meleset dengan berbagai kearifan lokal di tanah air.  "Tangan dingin Mas Guruh membuat GSP sudah identik dengan dunia kesenian Indonesia," kata adik artis senior Camelia Malik ini kepada Suara Pemred saat GSP Production masih berkantor di gedung Patra Jasa, Jakarta Selatan.
 

Sementara itu, Humas Pemkab Kayong Utara lewat rilisnya kemarin menyebutkan, ratusan penari terus berlatih baik untuk tarian kolosal maupun tarian pembuka. Sebutlah latihan yang digelar di Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kamis (8/9) sore lalu. Menurut Sekretaris Daerah KKU Hilaria Yusnani, semua sesi sudah siap.

"Hanya saja, tinggal bagaimana menyesuaikan kondisi di lapangan. Untuk latihan tari ini, sebelum di pantai, memang dilakukan di halaman kantor dinas pendidikan. Dan untuk sekarang (Kamis) sudah mulai dibiasakan di lokasi pelataran di Pantai Pulau Datok," jelasnya.

“Memang sebelumnya untuk tim tari yang akan tampil saat Sail Selat Karimata, mereka berlatih di halaman kantor dinas pendidikan karena di situ memang lokasinya cukup luas," tambah Hilaria.  

Latihan Kamis lalu di pelataran ini yang juga dihadiri Direktur Kesenian Kemdikbud,  
Endang Caturwati. "Khusus tarian yang ada barongsai ditambah lagi dari jumlah sebelumnya yang hanya empat. Penambahan ini untuk mengisi ruang kosong," jelasnya.


Hilaria mengklaim, kesiapan penari sudah hampir 100 persen. Hanya saja diakuinya, ada beberapa hal yang perlu diperhatkan.  Di antaranya, penari harus dapat menjaga kesehatan dan fisik agar kelak tampil sempurna.
 

Beberapa gerakan tarian juga perlu dikoreksi. Atribut penari sudah disiapkan oleh pihak pusat berikut perlengkapan sebagi penunjang."Peserta tari yang saat latihan tidak hadir dengan alasan yang jelas seperti sakit,  masih dapat dimaklumi," tambah Hilaria.


“Untuk itu, saat Sail Selat Karimata ini, tim GSP mengangkat tarian tentang kearifan lokal. Mengenai sejarah yang ada di Sukadana. Dan mudah-mudahan ini dapat berjalan dengan baik sesuai harapan  kia bersama,” harap Hilaria.

Misnu Oktananda, seorang penari mengaku  bangga terlibat dalam pentas kolosal itu. Apalagi diakuinya Sail Selat Karimata 2016 bakal disaksikan Presiden Joko Widodo.(hms/pat/sut)