Guru Diminta Gelorakan Semangat Ki Hadjar Dewantara

Kayong Utara

Editor Kiwi Dibaca : 545

Guru Diminta Gelorakan Semangat Ki Hadjar Dewantara
PIMPIN UPACARA – Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid menjadi Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional yang ke-99, di Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (2/5).
Apresiasi ini diberikan oleh Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid saat membacakan sambutan Kementerian Pendidikan dan Budaya RI pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang ke-99, di Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (2/5).

“Di Hari Pendidikan Nasional ini, atas nama pemerintah, izinkan saya menyampaikan apresiasi pada semua pihak, pada semua pelaku pendidikan dimanapun berada, yang telah mengambil peran aktif untuk mencerdaskan saudara sebangsa. Untuk para pendidik di semua jenjang, yang telah bekerja keras membangkitkan potensi peserta didik untuk menjadi manusia berkarakter mulia, yang mampu meraih cita-cita dan menjadi pembelajar sepanjang hidup,” ucap Hildi.

Menurutnya, gagasan dan perjuanganlah yang membuat Indonesia dijadikan sebagai rujukan oleh bangsa-bangsa di Asia dan di Afrika. Dunia pun dikatakanya  terpesona pada Indonesia, tidak hanya karena keindahan alamnya, atau keramahan penduduknya, atau keagungan budayanya, tetapi juga karena deretan orang-orang terdidiknya yang berani mengusung ide-ide terobosan dengan ditopang pilar moral dan intelektual.

“Indonesia adalah negeri penuh berkah. Di tanah ini, setancapan ranting bisa tumbuh menjadi pohon yang rindang. Alam subur, laut melimpah, apalagi bila melihat mineral, minyak, gas, hutan, dan semua deretan kekayaan alam. Indonesia adalah wajah cerah khatulistiwa. Namun, kita semua harus sadar bahwa aset terbesar Indonesia bukan tambang, bukan gas, bukan minyak, bukan hutan, ataupun segala macam hasil bumi, aset terbesar bangsa ini adalah manusia Indonesia. Tanggung jawab kita sekarang adalah mengembangkan kualitas manusia Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Hildi, manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Jangan sesekali  mengikuti jalan berpikir kaum kolonial di masa lalu. Yang mana, fokus kaum kolonial itu, adalah pada kekayaan alam saja dan tanpa peduli pada kualitas manusianya.

“Kaum kolonial memang datang untuk mengeruk dan menyedot isi bumi Nusantara, menguras hasil bumi Nusantara. Karena itu, mereka peduli dan tahu persis data kekayaan alam kita, tetapi mereka tidak pernah peduli dengan kualitas manusia di Nusantara,” tuturnya.

Pendidikan, seperti tangga berjalan yang mengantarkan seseorang meraih kesejahteraan yang jauh lebih baik.

“Pertanyaannya, sudahkah kita menengok sejenak pada dunia pendidikan yang telah mengantarkan kita sampai pada kesejahteraan yang lebih baik,” ingatnya.

Hildi mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para tenaga pendidik untuk dapat mengembalikan semangat dari satu di antara tokoh pendidikan  Ki Hadjar Dewantara, yang menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Sebuah wahana belajar yang membuat para pendidik merasakan mendidik sebagai sebuah kebahagiaan. Sebuah wahana belajar yang membuat para peserta didik merasakan belajar sebagai sebuah kebahagiaan. Pendidikan sebagai sebuah kegembiraan. Pendidikan yang menumbuh-kembangkan potensi peserta didik agar menjadi insane berkarakter Pancasila.

“Ikhtiar besar kita untuk pendidikan ini hanya akan bisa terwujud, apabila kita semua terus bekerja keras dan makin membuka lebar-lebar partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan. Mulai hari ini, kita harus mengubah perspektif bahwa pendidikan bukan hanya urusan kedinasan di pemerintahan, melainkan juga urusan kita dan ikhtiar memajukan pendidikan adalah juga tanggung jawab kita semua,” tutur Hildi. (humas/bob)









Komentar