Jumat, 06 Desember 2019


Frederika Imbau Orangtua Kontrol Gadget Anak

Editor:

Syafria Arrahman ST Raja Alam

    |     Pembaca: 685
Frederika Imbau Orangtua Kontrol Gadget Anak

SEMINAR – Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Kalimantan Barat, Antony sedang memberikan materi di Seminar Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan tema "Dalam Rangka Menumbuhkan Sikap Cerdas Dalam Menggunakan Media Sosial Bagi Kader PKK da

SUKADANA, SP - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Frederika Cornelis mengimbau orangtua untuk mengontrol penggunaan gadget oleh anak-anak, karena dikhawatirkan dapat berdampak buruk terhadap tumbuh kembang mereka.

 "Efek dari HP ini, anak-anak jadi malas belajar, malas nolong ibunya, kerjanya main HP saja, di rumah sibuk dengan HP masing-masing," kata Frederika Cornelis usai mengikuti seminar Informasi danTransaksi Elektronik yang digelar di Pendopo Bupati Kayong Utara, Rabu (17/5).


Untuk itu, ia berharap dengan diadakan seminar tersebut, para anggota PKK kabupaten/kota bisa memahami betul arus teknologi informasi, terutama dalam menyaring informasi yang layak dikonsumsi anak dan tentunya bukan berita bohong atau hoax.


 "Kalau PKK ini kan, keluarga, maka dari itu keluarganya dulu yang dikasih tahu, apa sebenarnya hoax itu, biar keluarganya mengerti, nanti orangtuanya memberikan pengertian kepada anak- anaknya," kata dia.


 Ia pun bersyukur peserta tampak antusias dan interaktif selama mengikuti seminar. Bahkan ada yang maju ke depan untuk bertanya.
"Jadi kalau bisa, dijauhkanlah, gunakan HP seperlunya saja," pesan Frederika.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Kalimantan Barat, Antony mengatakan, masyarakat harus bisa memahami  dari peristiwa fenomena nasional tentang hoax.

 “ Kalimantan Barat mesti kita jaga, jangan sampai fenomena di Jakarta akan mewarnai daerah ini. Menjadi tanggung jawab moral kita untuk menyampaikan edukasi yang benar dan baik kepada anak-anak.

Masyarakat dalam hal ini keluarga sudah memberikan edukasi selama ini yang keliru kepada anak-anaknya,” katanya.

Deklarasi hoax di dunia, sambungnya, pertama kali diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Dengan adanya Deklarasi ini, diharapkan kepada semua Bupati maupun Walikota dan semua Aparatur Sipil Negara Pemerintah Daerah Kalimantan barat berkomitmen tidak menjadi  bagian dalam hoax tersebut. “Pegawai negeri harus menjadi pelopornya.

Kita juga ada jalin kerjasama dengan perguruan tinggi. Terutama kita akan buat di daerah pedesaan, perbatasan serta daerah pedalaman," tuturnya. (ble/bob)