Hildi Pimpin Safari Ramadan ke- 4 Pemkab KKU

Kayong Utara

Editor Kiwi Dibaca : 479

Hildi Pimpin Safari Ramadan ke- 4 Pemkab KKU
SAMBUTAN – Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid memberikan sambutan pada acara Safari Ramadan ke- 4 Pemkab Kayong Utara, di Kecamatan Seponti , kemarin. HUMAS
SUKADANA, SP - Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid memimpin Safari Ramadan ke- 4 Pemkab KKU, sekaligus meresmikan Masjid Besar An Nur di Kecamatan Seponti, Senin (5/6). “Saya mengajak seluruh masyarakat untuk memakmurkan masjid dan menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan bukan kewajiban,” tuturnya.

Silaturahmi pejabat pemerintan kabupaten di bulan suci Ramadan yang beragendakan berbuka puasa, dan salat berjamaah  dimaknai sebagai kebersamaan serta saling berbagi antara pejabat pemerintah dengan masyarakat. Hal inilah yang mendasarinya tidak pernah absen setiap tahunnya menggelar Safari Ramadan.

“Dalam kegiatan Safari Ramadan inilah kesempatan kami, pemerintah kabupaten bersilaturahmi, beribadah, serta berintrospeksi tentang kebijakan pemerintah selama ini, untuk menuju ke arah yang  lebih baik lagi,” ucapnya. Selanjutnya, Hildi mengajak kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa memakmurkan masjid, melaksanakan salat berjamah terutama di bulan puasa ini, karena menurut pantauannya semakin dekat dengan lebaran, shaf pada salat tarawih pun mulai berkurang.

“Saya harap masjid yang telah dibangun dengan megah ini dapat dijaga serta dimakmurkan. Karena jika tidak,  masjid  menampung ratusan umat ini akan berdampak mubazir, dan itu akan menjadi dosa kita semua. Sekarang ini cara memprediksi datangnya Idul Fitri sudah mudah. Jika shaf salat tarawih sudah berkurang, pusat pembelanjaan sudah mulai ramai, itu berarti lebaran sudah dekat,” guraunya.

Dalam kesempatan ini pula, Hildi yang merupakan penggagas pendidikan Ggratis 12 tahun dan program 10 sarjana perdesa ini, tidak pernah berhenti mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya pendidikan baik itu formal maupun non formal. Hildi berpendapat, apapun yang dilakukan akan terbantu dengan pendidikan, segalanya akan lebih mudah dengan pendidikan, dan dengan pendidikan dapat mempercepat pembangunan suatu daerah.

“Sampai di mana pun pendidikan itu harus dikejar. Jadikan pendidikan itu sebagai kebutuhan bukan sebagai kewajiban. Pemerintah saat ini telah melaksanakan kewajibannya, membangun unit sekolah, memberikan sekolah gratis dan membuka selebar lebarnya akses. Tinggal bagai mana peran orangtua untuk memotivasi anaknya untuk mengejar pendidikan itu setinggi mungkin” ungkapnya.

Dukungan pemerintah akan pendidikan dan akses yang selebar-lebarnya tidak hanya sebatas pendidikan formal saja. Tetapi juga menyedikan akses kepada putra/putri daerah untuk mendalami serta menghafalkan Alquran. “Pada pendidikan non formal kami menyediakan akses menjadi hafidz, untuk belajar di rumah takhfidznya milik Ustad Yusuf Mansur. Bahkan, ada anak kita seorang hafidz yang sekarang ini mendapatkan beasiswa sekolah di Madinah. Saya mempunyai cita-cita, Kayong Utara memiliki banyak hafidz dan pelantun Alquran,” harap Hildi. (hms/ble/bob)

Komentar