Tim Gabungan Temukan Armada Speedboat Bermasalah

Kayong Utara

Editor Kiwi Dibaca : 692

Tim Gabungan Temukan Armada Speedboat Bermasalah
Ilustrasi
SUKADANA, SP - Kepolisian Resort Kayong Utara  bersama Dinas Perhubungan Kayong Utara gelar  Operasi Penertiban Keselamatan Pelayaran (OPKP) untuk jenis armada air speedboat di Pelabuhan Sukadana, Rabu, (13/9).   Dalam pemeriksaan kelengkapan dokumen, ditemukan pelayaran speedboat di Sukadana tidak sesuai dengan Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Kalimantan Barat. Izin tersebut, hanya keluar dari Pelabuhan Kapuas Pontianak sampai  Pelabuhan Teluk Batang kayong Utara.    

“Selama ini mereka (pengelola speedboat) tidak pernah mengantongi izin berlayar dari Sukadana. Kalau berangkat dari Sukadana ke Pontianak, mereka hanya menggunakan surat mengetahui dari Dinas Perhubungan Kayong Utara bukan dari Syahbandar, selaku pemberi izin, karena mereka pengelola laut,”Kata Wakapolres Kayong Utara, Kompol Ombu Sairo saat memberikan keterangan kepada awak media usai melakukan pemeriksaan sejumlah  dokumen speedboat.
 

Dilihat dari dokumen izin pelayaran yang dimiliki pengelola speedboat tersebut, mereka hanya diperbolehkan beroperasi di sungai dan danau, sedangkan untuk jalur ke Sukadana merupakan kawasan laut, dimana pelayaran  merupakan kewenangan Syahbandar untuk menerbitkan izin.
 

“Syahbandar juga pun menurut saya tidak berani menerbitkan izin, karena speedboat yang ada saat ini merupakan standar sungai dan danau, bukan untuk dilaut,” katanya.
  Dalam pemeriksaan itu, dirinya juga menyayangkan dengan status nahkoda speedboat yang bukan dari lulusan sekolah pelayaran maupun pernah  mengikuti pelatihan tentang tata cara membawa speedboat yang sesuai SOP yang berlaku.  

“Sehingga SOP  ini tidak ada, maka akan menyebabkan masalah – masalah di air seperti kecelakaan di perairan,” ujar Ombu.   Untuk menindaklajuti temuan tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi kepada Dinas Perhubungan dan Syahbandar untuk melakukan penertiban administrasi izin pelayaran terhadap speedboat yang ada di Sukadana.  

“Mulai dari nahkoda speedboatnya maupun muatan penumpangnya. Karena, selama ini  yang kami liat muatan penumpang asal muat saja, tidak pernah ditimbang. Persoalan kelebihan muatan itu juga vital, dapat menyebabkan masalah – masalah di air,” tuturnya. (ble/bob)