Warga Hindu Sedahan KKU Panjat Doa untuk Keselamatan Bali

Kayong Utara

Editor K Balasa Dibaca : 509

Warga Hindu Sedahan KKU Panjat Doa untuk Keselamatan Bali
DOA BERSAMA - Doa bersama yang dilakukan warga Hindu di Sedahan untuk keselamatan Bali. (ist)
SUKADANA, SP - Aktivitas Gunung Agung di Bali yang terus meningkat, juga  mendapatkan  perhatian khusus dari warga pengungsi Gunung Agung yang  pernah meletus tahun 1963 yang kini telah bermukim di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

Warga keturunan Bali ini melakukan doa bersama untuk kesalamatan saudaranya yang terkena dampak erupsi Gunung Agung saat ini.

“Kami ada ngumpul- ngumpulkan dana untuk mereka, walaupun tidak sepenuhnya, namun setidaknya bisa ikut berpatisipasilah,” kata salah satu tokoh masyarakat Bali Sedahan, Wayan Rigit, Selasa (5/12).

Dia mengatakan, mereka yang saat ini  sudah berjumlah kurang lebih 177 Kepala Keluarga tersebut melakukan sembahyang khusus untuk mendoakan warga yang terkena dampak  erupsi Gunung Agung.

“Kemarin waktu pas bulan purnama, kami melakukan sembahyang bersama di Pura untuk mendoakan mereka agar terhindar dari bencana,” jelasnya.

Wayan yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini juga membuka diri kepada masyarakat yang terkena dampak erupsi  Gunung Agung, jika ingin mengungsi ke tempat mereka. Apalagi menurutnya, sebagian dari mereka masih ada ikatan keluarga.

“Kami di Sedahan sih, terutama warga Bali sangat mengharapkan mereka itu datang ke Sedahan, karena mereka di sana juga warga kita, namun sampai saat ini belum ada yang mengungsi kesini,” harapnya.

Gunung Agung yang pernah meletus pada tahun 1963 juga menyebabkan sebagian masyarakat di sekitaranya mengungsi ke beberapa wilayah di Indonesia termasuk Kabupaten Kayong Utara sebanyak kurang lebih 33 Kepala Keluarga. (ble)