Nelayan KKU Temukan Pesut Tersangkut di Pukat

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 434

Nelayan KKU Temukan Pesut Tersangkut di Pukat
PESUT - Nelayan di Perairan Rantau Panjang, Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, menemukan Pesut yang tersangkut dipukat, Rabu (24/1). (Ist)
SUKADANA, SP - Nelayan di Perairan Rantau Panjang, Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, kembali menemukan Pesut yang tersangkut dipukat, Rabu (24/1).

Mursal, salah seorang pengepul ikan di Desa Rantau Panjang, mengatakan, seorang nelayan menemukan seekor Pesut yang sudah mati, tersangkut dijaringnya. Kemudian Pesut tersebut dibawa ke darat.

"Ceritanya, seorang nelayan memukan seekor Pesut di dalam jaringnya, namun Pesut tersebut sudah mati. Akhirnya, Pesut itu dibawa ke daratan untuk diberikan atau dijual. Namun tidak ada seorangpun yang mau," terangnya. 

Ditambahkan Mursal, Pesut yang sudah tidak benyawa itu, langsung dilepaskan ke Muara Rantai Panjang.

Informasi ini, dibenarkan oleh Kapolsek Simpang Hilir, IPTU Aris Pamuji. Ia mengatakan, bahwa ada seorang nelayan asal Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, mendapatkan seekor Pesut tersangkut dijaring pukatnya.

Atas laporan tersebut, dirinya kemudian memerintahkan Bhabin untuk turun ke lapangan dan menindaklanjutinya.

"Dari hasil laporan Bhabin, memang ditemukan seekor Pesut yang nyangkut dipukat nelayan. Saat ditemukan, Pesut tersebut sudah dalam keadaan mati. Setelah dibawa ke darat, akhirnya si nelayan melepaskannya kembali di Muara Rantau Panjang," kata Aris.

Hewan yang hampir punah tersebut, lanjut Kapolsek Simpang Hilir dikembalikan ke muara, karena masih ada kepercayaan atau kearifan lokal dari masyarakat Simpang Hilir, bahwa Pesut sering membantu para nelayan di laut.

"Alhamdulillah, masyarakat di sini memiliki kearifan lokal yang baik, sehingga Pesut tersebut tidak dikonsumsi. Karena masih ada sebagian masyarakat jika menemukan Pesut, biasanya langsung dikonsumsi," tuturnya. (ble/bob)