Sabtu, 14 Desember 2019


Hildi Ajak Singkirkan Politik Identitas

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 355
Hildi Ajak Singkirkan Politik Identitas

DIALOG - Pj Gubernur Kalimantan Barat, Doddy Riyadmadji melaksanakan kunjungan kerja dan dialog bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara, kemarin. (SP/Arief)

Bapaslon Diminta Berkompetisi Secara Fair


Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid
"Karena saya yakin di Kayong Utara tidak ada politik identitas. Tiga Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) yang ada, pada dasarnya mereka merupakan keluarga. Saya juga pernah sampaikan kepada para Bapaslon untuk tidak mengungkapkan aib keluarga sendiri."

SUKADANA, SP - Pemerintah Kabupaten Kayong Utara (KKU) telah bekerja keras atau berperan aktif agar pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dapat berjalan aman, lancar serta kondusif. Di antaranya terus berkoordinasi dengan Polres Kayong Utara dan Kodim 1203 Ketapang.

Demikian disampaikan Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid saat menyampaikan sambutan ketika kunjungan kerja Pj Gubernur Kalimantan Barat, Doddy Riyadmadji di Negeri Bertua Raye ini, kemarin.

"Karena saya yakin di Kayong Utara tidak ada politik identitas. Tiga Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) yang ada, pada dasarnya mereka merupakan keluarga. Saya juga pernah sampaikan kepada para Bapaslon untuk tidak mengungkapkan aib keluarga sendiri," ungkap Hildi. 

Menurutnya, dirasakan muda untuk mengajak atau mensosialisasikan para Bapaslon untuk berkomitmen untuk bertanding secara fair serta menjaga kondusifitas di Kayong Utara. 

Sementara itu, terkait adanya politik identitas yang biasanya menjadi sebuah persoalan di Pilkada, Ketua DPRD KKU, M. Sukardi bersependapat dengan apa yang diutarakan Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid.

Dalam pelaksanaan Pilkada, baik gubernur maupun bupati, memang tidak diperbolehkan menonjolkan identitas. Baik itu identitas suku, agama dan ras. Karena Pilkada ini merupakan sebuah ajang pemilihan seorang pemimpin bagi masyarakat secara keseluruhaan. 

"Dalam Pilkada tentulah banyak cara-cara untuk memenangkannya. Kita harapkan, cara-cara yang positif. Sekaligus dapat mengajarkan, serta memberikan pendidikan politik yang benar kepada masyarakat," ucap Sukardi.

Kontrol Media Sosial


Sebelumnya, Pj Gubernur Kalimantan Barat, Dodi Riyadmadji mengatakan, arus informasi yang sangat deras saat ini harus disikapi dengan bijak oleh semua pihak, terutama penggunaan media sosial yang kontennya sulit untuk dikontrol. 

"Oleh karena itu informasi yang beredar di masyarakat melalui media sosial perlu disikapi dengan bijak yakni dengan mencari kebenaran informasi yang diterima. Jangan sampai dengan sebuah informasi yang belum jelas dan kemungkinan informasi itu hoax, dapat mengganggu keamanan kita," jelasnya.

Dikatakannya,  pada musim Pilkada media sosial sangat berperan  penting  terutama salah satunya digunakan sebagai media  kampanye hitam oleh kandidat tertentu.

"Kita memang tidak mau terprovokasi, tapi kita juga tidak boleh diam  jika perlu kita telusuri kebenaran berita itu, oleh karena itu perlu sikap kritis, cermat, dan  kemudian tenang  dan diiringi  dengan doa yang banyak," pesannya. (ble/bob)