PLN Luncurkan Program 100% Listrik Pintar di KKU

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 347

PLN Luncurkan Program 100% Listrik Pintar di KKU
FOTO BERSAMA - Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid mendukung Program "Kayong Utara 100 Persen Listrik Pintar" yang digagas oleh PLN. (SP/Arief)
SUKADANA, SP - Kayong Utara 100 Persen Listrik Pintar merupakan program untuk seluruh Provinsi Kalimantan Barat, yakni "Kalimantan Barat 100 Persen Listrik Pintar". Demikian disampaikan Kepala PLN Rayon Sukadana, Djunda Afief, Selasa (6/2).

"Program Kayong Utara 100 persen telah mendapatkan dukuangan dari Pemda Kayong Utara melalui Surat Bupati Kayong Utara No 500/096/EKBANG-A yang menginstruksikan seluruh instansi pemerintah, BUMN, BUMD,  dan masyarakat yang menjadi pelanggan PLN untuk beralih ke listrik prabayar secara bertahap di 2018," ujarnya.

Lebih lanjut dirinya menginformasikan bahwa listrik pintar merupakan salah satu cara PLN untuk meningkatkan pelayanan. Masyarakat bisa menikmati kemudahan - kemudahan dengan listrik prabayar. Untuk diketahui, listrik pintar mempunyai banyak keunggulan, karena bisa mendeteksi kejanggalan - kejanggalan di instalasi rumah.

"Ketika ada indikasi ketidaknormalan instalasi, maka akan muncul peringatan di layar kWh meter. Dengan kWh meter ini pelanggan juga bisa melihat berapa sisa kWh meter yang ada. Kwh meter ini juga memiliki pengaman terhadap indikasi arus lebih,  ketika pembatas daya (MCB) gagal beroperasi, maka ada pengaman di kwh meter yg bisa menghentikan aliran listrik. Keunggulan ini semata untuk menghindari kemungkinan terjadinya kebakaran akibat hubungan singkat di instalasi rumah pelanggan," terangnya.

Selain itu, sambungnya, pelanggan dapat menghemat pemakaian listrik melalui pembelian token sesuai dengan pilihan masyarakat. Pelanggan juga lebih mudah dalam pembelian token di antaranya melalui PPOB, ATM, dan Kantor Pos, bahkan melalui ponsel pintar sudah menyediakan layanan melalui mobile banking, sms banking, dan beberapa aplikasi jual beli online. 

"Oleh karena itu, pelanggan tidak perlu keluar rumah hanya untuk membeli token listrik. Kemudahan lainnya adalah, tidak ada lagi biaya beban, biaya denda dan bebas dari kesalahan catat meter," kata Djunda.

Untuk menyukseskan Program Listrik Pintar di Kayong Utara, PLN Rayon Sukadana akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang dimulai, Rabu (7/2). 

"Kita diawali di Kecamatan Simpang Hilir, kemudian Teluk Batang dan Seponti. Minggu depan di Sukadana dan Pulau Maya. Setelah sosialisasi tersebut, barulah masuk pada tahap pelaksanaannya," kata Djunda. 

Pada sejatinya, PLN tidak membebankan biaya kepada pelanggan untuk migrasi ke kWh meter prabayar. Namun,  pelanggan tetap berkewajiban untuk menyelesaikan sisa tagihan listrik yang masih ada dan melunasi token atau voucher perdana yang jumlahnya bisa ditentukan oleh pelanggan bersangkutan, sebelum melakukan migrasi ke listrik prabayar. (ble/bob)