Lahan Petani Seponti Terendam Air Asin

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 231

Lahan Petani Seponti Terendam Air Asin
Ilustrasi. Net
SUKADANA, SP - Para Petani di Desa Seponti Jaya TR 08, Kecamatan Seponti keluhkan lahan sawah mereka yang tergenang air asin, Kamis (22/2). 

Musim air pasang yang terjadi saat ini, sontak membuat lahan sawah terendam dan terancam gagal panen. Terlebih, selama ini mereka hanya bisa panen setahun sekali. Para petani berharap Pemerintah Daerah (Pemda) bisa membangun tanggul air asin.

"Padi kami yang di TR 08, Desa Seponti Jaya produksinya semakin menurun setiap musimnya. Bahkan, lahannya terancam tidak bisa ditanam. Hal ini disebabkan masuknya air asin ke lahan pertanian,"ungkap Musiran salah seorang petani setempat.

Menanggapi keluhan para petani TR 08 Desa Seponti Jaya, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura,  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Kayong Utara, Fathul Bahri memberikan dua opsi kepada para petani, di antaranya pindah dari lahan tersebut dan membuat tanggul air asin. Persoalan pembuatan Tanggul air asin, sambungnya bukan menjadi kewenangan dari Dinas Pertanian, melainkan menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum.

"Pertanyaan para petani tersebut, sebenarnya bukan ditujukan kepada kami, tetapi ke Dinas PU. Karena urusan tanggul-menanggul air asin, menjadi kewenangannya. Dan mereka punya dana yang cukup besar untuk itu. Apalagi urusan untuk mendukung pertanian masyarakat. Dinas PU punya mata anggaran tersendiri yang disebut DAK Pendukung," terang Fathul.

Ditambahkannya, ada kurang lebih 437 hektare lahan di TR 0A dan TR 08 tergolong tipe sawah pasang surut. "Artinya pertanaman yang semula hanya 437 hektare dalam setahun, akan menjadi 874 hektare luas tanam, jika setahun kita lakukan dua kali pertanaman," sambung Fathul.

Dilanjutkannya, dengan adanya penanggulan air asin, tanaman padi akan tidak mudah teracuni lagi. Sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi normal serta sehat. Tak ayal produktifitas per hektare pun menjadi meningkat.

"Namun, dengan catatan, yakni mengedepankan pengolahan tanaman terpadu," tuturnya. (ble/bob)