Wabup Buka Edukasi OJK di Kayong Utara

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 275

Wabup Buka Edukasi OJK di Kayong Utara
SOSIALISASI - Wakil Bupati Kayong Utara, Idrus memberikan cenderamata kepada perwakilan OJK Kalimantan Barat, di Balai Praja Kantor Bupati, Sukadana, Kamis (8/3). (Humas)
SUKADANA, SP - Wakil Bupati Kayong Utara, Idrus secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Edukasi OJK Waspada Investa Ilegal pada Pegawai Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, di Balai Praja Kantor Bupati, Sukadana, Kamis (8/3).

Kegiatan yang difasilitasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut, diharapkan Idrus dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pegawai pemerintahan di Kabupaten Kayong Utara. Serta memberikan edukasi mengenai risiko dan dampak hukum dari investasi serta produk keuangan kepada masyarakat.

"Pentingnya dilakukan tindakan preventif seperti melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di daerah, bertujuan untuk mengurangi korban serta kerugian yang diderita masyarakat, akibat investasi ilegal tersebut," kata Idrus.

Dirinya juga berharap adanya kegiatan tersebut, masyarakat lebih cerdas dan bijak dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan secara optimal, sehingga terhindar dari penawaran-penawaran investasi yang tidak bertanggungjawab.

"Saya mengingatkan juga untuk selalu waspada terhadap praktik-praktik penawaran investasi ilegal atau bodong yang masih marak di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat," terang Wabup.

Dilanjutkannya, OJK selalu mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur terhadap penawaran yang menjanjikan imbal hasil atau return yang tinggi. Namun tidak menjelaskan risiko yang kemungkinan akan dialami masyarakat. 

"Karena dalam berinvestasi, prinsipnya adalah investasi yang menghasilkan pengembalian tinggi, risikonya juga tinggi, alias High Return High tidak," sebutnya.

Sementara itu, Perwakilan OJK Kalimantan Barat, Suhermanto menyampaikan sejak tahun 2016 OJK Provinsi Kalbar telah melakukan edukasi mengenai otoritas jasa keuangan. 

Yang mana, lanjutnya pada tahun tersebut, masih banyak masyarakat yang belum memahaminya. Hampir seluruh kabupaten/kota dilakukan edukasi. Saat ini hanya empat kabupaten yang belum. 

"Diharapkan kegiatan ini dapat menginspirasi semua masyarakat dan pemerintah, agar lebih bersama-sama menekan tingkat kerugian moril.  Sebab banyak sekali investasi-investasi yang justru malah merugikan," tutur Suhermanto. (hms/ble/bob)