Kamis, 19 September 2019


BPOM Uji Kandungan Takjil di Sukadana

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 251
BPOM Uji Kandungan Takjil di Sukadana

UJI MAKANAN - Petugas BPOM Pontianak menguji kandungan makanan takjil yang dijual di pasar Sukadana, Rabu (6/6). Hasilnya, takjil yang diperiksa dikategorikan aman dan layak konsumsi. (SP/Bule)

SUKADANA, SP - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pontianak, mengecek sampel takjil, penganan berbuka puasa yang dijual para pedagang di ibukota Kabupaten Kayong Utara, Sukadana, Selasa (6/6). Dari hasil pengujian, makanan tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Kepala Seksi Sertifikasi BPOM Pontianak, Benhard Apt menjelaskan, setiap pedagang yang kedapatan menjual penganan yang mengandung bahan-bahan berbahaya dan tak layak konsumsi tidak serta merta langsung diberikan sanksi.

Petugas BPOM akan menyelidiki terlebih dahulu rantai pasokan dari usaha pedagang yang bersangkutan.

"Kan bisa jadi pedagangnya sendiri yang tidak tahu, kalau umpama pedagang ini belinya sama si A ya kita minta dia jangan beli lagi disitu karena berbahaya," katanya.

Prinsipnya, petugas BPOM akan memberikan edukasi kepada pedagang yang bersangkutan terkait bahayanya membuat penganan dari bahan-bahan tak layak konsumsi.

Namun, jika pedagang yang bersangkutan membuat penganan berbahaya itu karena unsur kesengajaan, maka akan dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku.

"Karena kan sudah membahayakan warga, bukan satu dua orang, yang beli kan banyak, tapi kalau itu sengaja," ujarnya. (ble/and)