Saluran Pembuangan Jalan Provinsi Mampet, Dinas Tindaklanjuti Persoalan Jalan Melanau-Sukadana

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 221

Saluran Pembuangan Jalan Provinsi Mampet, Dinas Tindaklanjuti Persoalan Jalan Melanau-Sukadana
GOTONG ROYONG – Aktivitas Warga Dusun Sirimau, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara gotong royong membersihkan saluran pembuangan air jalan provinsi Teluk Melanau –Sukadana yang mampet, Minggu (15/7). (SP/Bule)
Tommy Junaidi, Kadis PU dan Tata Ruang Kayong Utara
"Ini tergantung dengan regulasi serta kewenangan. Kita akan pelajari sejauh mana regulasi dan kewenangan jika Dinas PU mengambil sebuah kebijakan"

SUKADANA, SP – Warga Dusun Sirimau, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, mengadakan gotong royong membersihkan saluran pembuangan air jalan provinsi Teluk Melanau –Sukadana yang mampet, Minggu (15/7).

Satu di antara warga, Untung menyebutkan, gotong royong ini dilakukan setelah sekian lama keluhan warga atas kondisi saluran tersebut tak juga digubris. Bai dari pihak desa maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang setempat.

"Sudah lama kami utarakan. Tapi hingga saat ini, tidak ada tanggapan. Jika hujan turun, jalan provinsi ini menjadi tergenang, dan membuat jalan susah dilalui," terangnya.

Untung menyebutkan, bahwa jalan ini memang termasuk kewenangan pemerintah provinsi, namun yang membuat kesal warga, tidak ada inisiatif dari desa maupun dinas terkait untuk memberikan solusinya.

"Tidak ada solusi dari desa maupun dinas terkait untuk menyelesaikannya. Sekarang masih musim panas, kalau nanti sudah musim hujan, jalan ini seperti kolam. Karena gotnya tertutup," ujar Untung.

Untung menceritakan, akibat buruknya kondisi jalan itu, pernah terjadi kecelakaan. Salah satu pengendara motor baku hantam dengan pengendara mobil gara-gara terciprat genangan air.

Hal inilah yang menurutnya, yang kemudian mendorong sebagian warga Dusun Sirimau  untuk bergotong royong mencegah, pada saat musim hujan, genangan air tidak ada lagi.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Kabupaten Kayong Utara, Tommy Junaidi menyampaikan akan segera menurunkan jajarannya untuk menindaklanjuti persoalan jalan itu hari ini, Senin (16/7).

"Senin, saya akan segera menurunkan staf ke lapangan untuk melihat dan menindaklanjutinya," ucap Tommy, Minggu (15/7).

Tommy menyebutkan, pengecekan ke lapangan sangat diperlukan untuk melihat dari segi teknis dan administratifnya. 

"Ini tergantung dengan regulasi serta kewenangan. Kita akan pelajari sejauh mana regulasi dan kewenangan jika Dinas PU mengambil sebuah kebijakan," pungkas Tommy melalui sambungan selular.

Perlu Perhatian Khusus

Anggota DPRD Kayong Utara, Riduansah menyampaikan, ini hanya salah satu potret buruknya pembangunan infrastruktur yang selama ini ada di kabupaten tersebut, dan menjadi kewenangan Provinsi Kalbar.

"Masih banyak jalan Provinsi yang saat ini banyak berlubang. Itu harus mendapat perhatian khusus. Karena dengan kondisi jalan berlubang, sudah sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas," terang Iwan panggilan akrabnya. 

Dia menambahkan, yang tidak kalah penting, setiap jalan yang berada di pinggiran gunung, seharusnya dibuatkan saluran pembuangannya. Sehingga air dari gunung tidak langsung turun ke jalan.

"Selain di Dusun Sirimau, masih  ada lagi yang perlu perhatian khusus, yakni jalan provinsi di Desa Pangkalan Buton," sambungnya.

Iwan berharap, kepada gubenur dan wakil gubernur yang terpilih, ke depannya agar lebih memprioritaskan insfrastruktur seperti terutama jalan, dan pemeliharaan agar lebih efektip. Sehingga lebih efesien dan tepat sasaran. (ble/and)