Minggu, 22 September 2019


Sasana Tinju di Kayong Utara, Dua Petinju Kayong Bakal Naik Ring

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 433
Sasana Tinju di Kayong Utara, Dua Petinju Kayong Bakal Naik Ring

NAIK RING - Dua petinju sedang berlatih di Sasana Daud Yordan Boxing Club, Ketapang. Daud Yordan berharap muncul para petinju profesional dari sasananya. (SP/muhammad syarief)

Dua petinju asal Kabupaten Kayong Utara, Sunardi Gamboa dan Hisar Mawan dijadwalkan akan bertarung di Jakarta, Jumat 27 Juli 2018 mendatang. Keduanya akan bertanding di ajang Jakarta Fight 5. Hisar akan bertarung di kelas 49 kg, sementara Sunardi di kelas 57 kg.

SP - Hisar dan Sunardi adalah dua petinju yang sama-sama dididik dan dilatih oleh Damianus Yordan dan Edin Diaz. Dua sosok penting dibalik nama besar Daud Yordan.

Daud mengatakan, Hisar dan Sunardi sudah mulai menggelar latihan intens selama beberapa pekan terakhir. Diawali dengan latihan umum hingga khusus.

"Karena hari-hari mereka memang pekerjaannya berlatih ya, jadi dua bulan yang lalu Pak Edin Diaz sudah mempersiapkan pelatihan umum," katanya di Sasana Daud Yordan Boxing Club, Sukadana, kemarin.

Bahkan, selama sebulan terakhir proses latihan semakin diperketat. Selalu ada sparing partner yang digelar paling tidak tiga kali setiap pekan. Latihan berlangsung selama enam hari seminggu, terhitung mulai Senin-Sabtu.

"Hingga di minggu ketiga sudah full latihan, jadi Jumat dan Sabtu pun tidak ada istirahatnya untuk mereka," ujarnya.

Daud Yordan berkeinginan ada insan lain di luar keluarganya yang ikut sukses di bidang olahraga tinju.

Hal inilah yang kemudian mendorong Daud untuk mendirikan Sasana Daud Yordan Boxing Club di kampung halamannya di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

Sasana ini berada tak jauh dari kediaman Daud bersama anak dan istrinya.

Setidaknya ada empat petinju selain Daud yang rutin berlatih di sasana tersebut, yakni Iwan "Sniper" Zoda, Hisar Mawan, Sunardi Gamboa, dan Bima.

Empat petinju ini dididik dan dilatih oleh Damianus Yordan dan Edin Diaz.

"Kami ingin ada anak-anak di luar keluarga juga bisa berprestasi, bahkan lebih dari prestasi kami, itu yang menjadi motivasi saya," kata Daud di Sasana Daud Yordan Boxing Club, Sukadana.

Daud mengatakan, keempat petinju ini dididik secara cuma-cuma. Daud tak memungut biaya sepeser pun dari mereka.

Bahkan, petinju-petinju anyar ini justru diberi fasilitas tempat tinggal yang cukup memadai di sasana tersebut. Mulai kamar tidur, dapur, serta ruang latihan itu sendiri.

"Saya menyediakan makan, fasilitas yang bisa saya lakukan, yang bisa saya buat, tentu saya ingin mereka bermanfaat untuk bangsa dan negara, bermanfaat untuk keluarga mereka," ujar Daud.

Daud mengaku bersyukur karena keempat petinju ini mendapat dukungan dari keluarga mereka. (muhammad syarif)