Senin, 14 Oktober 2019


Aparat Desa Tertangkap Razia Tak Pakai Helm

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 225
Aparat Desa Tertangkap Razia Tak Pakai Helm

DIRAZIA - Seorang aparatur desa dihentikan oleh polisi, karena tidak menggunakan helm saat berkendara. Padahal, helm merupakan sarana pelindung kepala dari benturan.(SP/Muhammad Syarief)

SUKADANA, SP - Salah seorang Aparatur Desa di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, terpaksa diberhentikan petugas Kepolisian Lalu Lintas, saat razia kendaraan bermotor roda dua, lantaran tidak mengenakan helm, Selasa (17/7).

Aparatur desa ini terjaring saat sedang melintas di kawasan Tugu Durian, tempat razia digelar. Tampaknya yang bersangkutan hendak berangkat bekerja ke kantor, karena sedang menggunakan seragam dinasnya.

Kasat Lantas Polres Kayong Utara, Iptu Sulardi meminta baik aparatur desa maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) mematuhi aturan dan tata tertib lalu lintas.

Dia tidak ingin kejadian semacam ini terulang kembali.

"Karena aparatur-aparatur pemerintahan ini kan cerminan masyarakat kita, seharusnya mereka bisa memberikan contoh yang baik," katanya.

Dipaparkannya, saat razia tengah berlangsung tidak sedikit PNS yang memutar arah kendaraannya karena tak menggunakan helm. Hal ini disebutnya cukup memprihatinkan.

Sebab, kata Sulardi, helm berfungsi melindungi kepala pengendara dari benturan keras. Bukan semata karena aturan dan tata tertib lalu lintas saja.

"Kita sudah pernah menyurati pemerintah daerah, sudah banyak korban kecelakaan yang meninggal dunia karena tidak menggunakan helm," tuturnya. (ble/lis)