Pelajar Kecewa O2SN Kalbar Batal Digelar, Sekolah Sudah Gelar Persiapan Sejak Jauh Hari

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 226

Pelajar Kecewa O2SN Kalbar Batal Digelar, Sekolah Sudah Gelar Persiapan Sejak Jauh Hari
BUKA O2SN – Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi saat membuka O2SN tingkat nasional tahun lalu. Sementara itu, Pemprov Kalbar membatalkan O2SN di tingkat provinsi tahun ini. (Net)
Kepala SMAN 1 Sukadana, Erik Yuniastuti
"Kita SMAN 1 Sukadana setiap tahun ikut terus, ada cabang karate, silat, atletik dan bulutangkis, tentu kalau O2SN dibatalkan membuat kecewa anak-anak"

SUKADANA, SP - Kepala SMAN 1 Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Erik Yuniastuti menyayangkan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMA 2018 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang batal dilaksanakan oleh Pemprov Kalbar.

Menurutnya, keputusan pembatalan kegiatan ini sudah pasti akan mengecewakan siswa-siswi yang sudah menyiapkan diri dari jauh-jauh hari. Selama ini, SMAN 1 Sukadana tak pernah ketinggalan dalam perhelatan tahunan tersebut.

"Kita SMAN 1 Sukadana setiap tahun ikut terus, ada cabang karate, silat, atletik dan bulutangkis, tentu kalau O2SN dibatalkan membuat kecewa anak-anak," katanya, kemarin.

Dia mengungkapkan, sejauh ini SMAN 1 Sukadana memang belum menyeleksi siswa-siswi untuk ikut dalam ajang tingkat provinsi tersebut. Akan tetapi, pihak sekolah sudah melakukan persiapan dengan memberikan latihan secara rutin setiap pekannya melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Oleh karena itu, dia berharap kepada instansi terkait agar terlebih dahulu mematangkan segala persiapan sebelum kegiatan dilaksanakan.

Sehingga, kegiatan tahunan yang seharusnya dapat dilaksanakan ini tidak dibatalkan begitu saja.

"Sehingga tidak terkesan "Pehape" untuk sekolah dan siswa, kan kita sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari, ke depan hal seperti ini tidak seharusnya terjadi lagi," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Romi Wijaya tidak ingin  memberikan komentar soal dibatalkannya pelaksanaan O2SN SMA 2018 tingkat provinsi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Dia beranggapan dirinya tak berwenang memberikan komentar terkait hal ini. Sebab, menurutnya persoalan ini berada di bawah kewenangan Pemprov Kalimantan Barat.

"Saya tak berwenang berkomentar karena hal tersebut twewenang Pemprov (Kalbar)," katanya.

Wakili Kalbar di Level Nasional

Prestasi pelajar Kabupaten Kayong Utara di ajang O2SN tak bisa dipandang sebelah mata. Sebelumnya, pada 2016 lalu, terdapat delapan siswa SMKN 1 Sukadana yang bahkan menjajal O2SN di tingkat nasional mewakili Kalbar di cabang bola voli.

Kala itu, perhelatan O2SN tingkat SMK itu berlangsung di Manado, Sulawesi Utara.

Pelatih cabang bola voli, Risno mengatakan, capaian anak asuhnya itu melalui perjuangan yang sangat keras. 

Dia menjelaskan, prestasi ini merupakan kali pertamanya untuk mewakili Kalbar dan bersejarah buat Kabupaten Kayong Utara. Terlebih, dia menambahkan bahwa mereka dapat mewakili Kalbar di ajang O2SN, khususnya cabang bolavoli. 

O2SN sendiri, bagi Pemkab Kayong Utara, adalah salah satu kegiatan peningkatan mutu yang diselenggarakan di jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK sederajat.

Penyelenggaraan O2SN, dianggap wujud nyata dari komitmen pemerintah untuk  menyelenggarakan kegiatan dalam betuk pembinaan dan pengembangan olahraga yang merupakan salah satu bagian dari empat pilar kebijakan pembangunan pendidikan nasional. (ble/and)

Komentar