DPD Golkar Kayong Utara Gugat Putusan Bawaslu

Kayong Utara

Editor Angga Haksoro Dibaca : 340

DPD Golkar Kayong Utara Gugat Putusan Bawaslu
Sukadana, SP - Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kayong Utara, Abdul Karim, menolak putusan Bawaslu yang meloloskan 15 calon legislatif yang diduga memalsukan surat kesehatan dari RS Agoesjam.  

Abdul Karim bersama caleg Partai Golkar dapil 3 Kabupaten Kayong Utara, Sudirman dan Hatimah mengajukan gugatan keputusan tersebut. “Sebelumnya ada 23 calon diduga menggunakan Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS). Tetapi yang mengajukan hanya 16 dan yang lolos ada 15 calon,” katanya, Rabu  (26/9)  

Menurut Abdul Karim, seharusnya caleg yang memalsukan surat kesehatan namanya dicoret dari daftar calon tetap. Partai politik yang bersangkutan akan menggantinya dengan caleg lain. “Pada intinya kami ingin menegakkan asas keadilan hukum pada setiap warga negara.”  

Abdul Karim  mengatakan, Partai Golkar Kabupaten Kayong Utara sudah mengajukan 4 caleg baru untuk menggantikan 5 calegnya yang diduga memalsukan surat. Namun caleg pengganti batal masuk daftar, karena bawaslu meluluskan gugatan.  

“Kami menganggap putusan Bawaslu Kayong Utara cacat hukum. Sudah jelas dari RSUD Agoesdjam Ketapang menyatakan surat itu palsu. Dalam sidang disebutkan bahwa orang yang menandatangani surat kesehatan itu tidak berada ditempat,” kata Abdul Karim.  

Ketua Banwaslu Kabupaten Kayong Utara, Khosen mempersilakan Abdul Karim melaporkan kasus ini. “Tidak masalah untuk lapor. Tapi saya hanya bingung, ini Golkar adalah salah satu partai yang mengajukan ke Bawaslu. Tapi malah partai Golkar sendiri yang protes,” ujar Khosen.