Dapat Hibah Kapal Pelayaran Rakyat

Kayong Utara

Editor elgiants Dibaca : 213

Dapat Hibah Kapal Pelayaran Rakyat
SAMBUTAN – Bupati Kayong Utara, Citra Duani saat memberikan sambutan mewakili para kepala daerah yang hadir dalam penyerahan hibah oleh Menteri Perhubungan RI di Kantor Pelabuhan Laut Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/4). Ist
SUKADANA, SP – Armada transportasi antarpulau di Kayong Utara bertambah tahun ini. Hal itu dipastikan setelah kabupaten tersebut mendapat hibah satu unit Kapal Pelayaran Rakyat dari Kementerian Perhubungan, Senin (15/4).

Bupati Kayong Utara, Citra Duani mengatakan secara geografis, Kayong Utara memiliki 103 pulau termasuk Kepulauan Karimata yang berbatasan dengan Kepulauan Bangka Belitung. Setidaknya ada 14 pulau berpenghuni dan 89 pulau lainnya belum berpenghuni.

“Kami sangat beruntung mendapatkan bantuan ini,” katanya usai penyerahan hibah oleh Menteri Perhubungan RI di Kantor Pelabuhan Laut Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur.

Alhasil, bantuan itu sangat bermanfaat bagi masyarakat kepulauan dan pesisir. Selama ini, hanya ada satu kapal penumpang dan barang dari Sukadana ke Kepulauan Karimata. Itu pun belum bisa menjangkau semua pulau-pulau yang berpenghuni, seperti Kelumpang, Meledang, dan Serutu.

“Hibah ini bisa untuk membantu kelancaran arus transportasi laut untuk angkutan penumpang dan barang kebutuhan masyarakat. Juga pada bidang kelautan dan perikanan serta pariwisata khususnya wisata bahari di Kepulauan Karimata tak luput dari perhatian kami," sebutnya.

Pemkab kini terus melakukan langkah-langkah inovasi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar seperti listrik, air, jalan dan jembatan. Termasuk mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menyediakan dengan harga murah dan terjangkau bagi masyarakat.

Beberapa hari lalu, pihaknya telah meresmikan pembangkit listrik tenaga diesel di Desa Betok dan Padang, bekerja sama dengan pihak swasta. Setelah itu juga meresmikan Pusat Sub Penyalur BBM bersubsidi di Satai, Kecamatan Pulau Maya. 

Melalui kesempatan itu, Bupati mengajak segenap institusi terkait, baik Kementerian Perhubungan, BUMN, kalangan dunia usaha serta perguruan tinggi di antaranya Institut Teknologi Sepuluh November agar bersama-sama membangun Kabupaten Kayong Utara. 

Salah satunya meminta dukungan dalam rangka memfungsikan beberapa pelabuhan. Di antaranya Pelabuhan Nasional di Teluk  Batang, dan Pelabuhan Antarpulau di Sukadana dan Pulau Maya.

"Pemkab siap menerima saran, pendapat dan bahkan kritikan yang konstruktif untuk kemajuan Kayong Utara,” kata Bupati yang dilantik September 2018 lalu ini.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memberikan apresiasi kepada 43 bupati dan wali kota yang hadir dan ikut peduli akan pengembangan potensi kelautan dan perikanan. Bantuan hibah kapal pelayaran rakyat merupakan salah satu upaya menunjang tol laut, menambah  sarana transportasi laut, serta memperlancar arus transportasi laut ke wilayah-wilayah kepulauan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Di tahun 2019 ini, ada 46 kapal yang diserahkan dengan kapasitas 35 GT, panjang 17,6 meter, lebar empat meter, engine inboard 1x210 HP, kecepatan 8-9 knot, berkapasitas penumpang 25 orang dan barang 10 ton. (ble/bls)

Maksimalkan Bantuan

ANGGOTA DPRD Kayong Utara, Burhan menyambut baik hibah kapal dari Kementerian Perhubungan. Namun dirinya berpesan agar Pemkab bisa memaksimalkan dan merawat kapal yang dihibahkan.

"Yang sulit itu merawatnya. Pemkab sudah harus menyediakan tempat khusus bagi kapal-kapal maupun speedboat yang menjadi asetnya," katanya.

Selama ini masih banyak aset-aset Pemda di sekitar Pelabuhan Sukadana yang tidak terawat dan tidak bisa dipergunakan lagi.
"Saya menyarankan Pemkab membuat garasi khusus untuk speedboat atau kapal milik pemerintah. Sehingga tidak cepat rusak dikarenakan hujan dan panas," saran Burhan.

Selain itu dirinya juga berharap dinas terkait bisa menyediakan anggaran untuk perawatan aset-aset tersebut. Tidak hanya itu, harus pula ada program atau inovasi terkait bertambahnya sarana dan prasarana dari bantuan pemerintah pusat.

"Dengan adanya hibah kapal ini, bisa memotivasi Pemkab atau dinas terkait untuk berinovasi dengan program-program yang menunjang pendapatan asli daerah," sambungnya.

Dinas Perhubungan harus benar-benar menjaga dan merawat kapal tersebut. Pasalnya, beberapa tahun lalu pernah terjadi peristiwa terbakarnya speedboat milik Pemkab.

"Saya minta kepada Dinas Perhubungan untuk sungguh-sungguh dalam menjaga dan merawatnya. Jangan sampai terulang kembali peristiwa tersebut," ungkap legislator Partai Hanura ini. (ble/bls)