Jumat, 15 November 2019


Enam Pengguna dan Pengedar Sabu Ditangkap Polisi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 241
Enam Pengguna dan Pengedar Sabu Ditangkap Polisi

Tersangka Narkoba – Enam tersangka pengguna dan pengedar narkoba yang diamankan polisi. Mereka ditangkap di satu lokasi saat sedang mengkonsumsi dan menimbang narkoba yang akan dijual ke konsumen.

KETAPANG, SP – Polisi menangkap enam orang yang diduga pengguna dan bandar narkoba di Desa Pesaguan Kanan, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Selasa (12/6). Dari keenam tersangka, dua di antaranya berstatus paman dan keponakan. 

Keenam orang yang diamankan berinisial OT, DS, SW, HR, AC, dan MER. Saat dilakukan penangkapan, para tersangka sedang mengkonsumsi sabu dan mengemas paket sabu untuk dijual.

"Rumah yang dijadikan tempat pesta sabu milik OT. Selain pemakai, OT juga bandar dan pengedar sabu," kata Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat, Kamis (13/6).

Penggerebekan yang dilakukan juga disaksikan kepala dusun dan warga setempat. Dari rumah OT dan tangan para pelaku, polisi menemukan barang bukti sembilan paket kristal putih yang terbungkus di dalam plastik transparan yang diduga narkoba jenis sabu seberat sekitar 3,33 gram.

Polisi juga menemukan dua alat hisap sabu atau bong, dua buah timbangan digital, tiga korek api, satu buah sendok terbuat dari pipet, uang tunai Rp530 ribu, satu pipa kaca yang di dalamnya masih ada sisa serbuk yang diduga sabu.

"Kita masih mendalami masing-masing peran dari enam orang ini," ungkap Yury.

Yury menambahkan, masing-masing dari enam orang ini diduga memiliki perannya masing-masing. Dari hasil tes urin, lima orang dinyatakan positif mengonsumsi sabu. Sementara satu orang yang dinyatakan negatif masih akan dilakukan pemeriksaan lanjutan.

"Keenam pelaku tetap kita tahan, termasuk yang negatif narkoba. Dia bisa dikenakan pasal 131 yang mengetahui ada transaksi narkoba tapi tidak memberitahukan," tambahnya.

Sementara itu, tersangka OT (62), mengaku sudah lama mengonsumsi sabu. Dia mengaku mengunsumsi sabu untuk menghilangkan pegal-pegal di tubuhnya.

"Saya pakai untuk menghilangkan sakit pinggang. Memang setelah memakai sabu sakit pinggang hilang, tapi saya tahu ini salah," katanya di Mapolres Ketapang.

Dia mengaku sudah sering melakukan pesta sabu dengan beberapa orang. Bahkan, salah satu yang diajak berpesta sabu dan akhirnya ditangkap polisi adalah keponakannya.

"Saya tidak mengajak dia (keponakan), tapi dia ikut temannya. Dia baru pertama kali pakai sabu," ungkapnya.

Selain di rumahnya, pesta sabu juga dilakukan di tempat lain. Dia juga mengaku sudah lima tahun menggunakan sabu, namun dia mengaku baru beberapa bulan belakang menjadi pengedar sabu.

"Saya jual sabu untungnya untuk beli sabu. Saya dapat sabu dari orang yang saya juga tidak kenal, karena setiap ambil barang ketemu di jalan," paparnya. (teo/jee)