Jumat, 15 November 2019


Pembangunan Bandara Masuk Tahap Pembebasan Lahan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 1272
Pembangunan Bandara Masuk Tahap Pembebasan Lahan

Pesawat kormesil – Pesawat milik maskapai penerbangan Lion Air di Bandara Kabupaten Cumenep, Jawa Timur. Di Kayong Utara, rencana pembangunan bandara telah masuk pembebasan lahan.

SUKADANA, SP - Sekertaris Daerah Kayong Utara, Hilaria Yusnani  mengatakan, proses pembangunan bandara di Kayong Utara saat ini sudah masuk dalam perencanaan pembebasan lahan. Lahan yang dibebaskan nantinya menjadi milik Pemrov Kalbar.

“Pemkab Kayong Utara pada Kamis, (13/6) lalu diundang Pemprov Kalbar mengikuti rapat koordinasi terkait penjadwal untuk tim turun ke lapangan," jelas Hilaria di ruang kerjanya, Senin (17/6).

Tim Pembebasan Lahan Bandara yang dibentuk Pemprov Kalbar dan Pemkab Kayong Utara dibentuk Surat Keputusan Gubernur Kalbar. Tim rencananya, kata Hilaria akan bersama-sama turun ke lapangan melakukan penilaian.

“Jadwalnya mungkin Minggu depan, nanti disinkronkan dengan jadwal masing-masing anggota tim, terutama dari BPN selaku ketua harian. Tapi pastinya kapapun mereka datang, kita siap,” yakin Hilaria.

Agenda yang dilakukan pertama kali ini, nantinya juga akan dikonsultasikan dengan publik, sekaligus melakukan sosialisasi ke masyarakat, bahwa lahan seluas 189 hektare akan digunakan untuk pembangunan Bandar Udara Kayong Utara.

“Konsultasi publik ini diawali dengan menginventarisir pemilik-pemilik lahan yang ada di dalam lokasi tersebut. Sebelumnya kita juga sudah membentuk tim kecil untuk mengiventarisir nama pemilik lahan,” jelasnya.

Lahan yang akan dibangun bandara, lanjut Hilaria tidak lagi diizinkan dilakukan transaksi jual beli orang per orang. Karena sudah ditetapkan sebagai calon lokasi bandara.
 
"Jika terjadi perubahan nama pemilik dalam kurun waktu setelah Pemkab Kayong Utara melakukan inventarisasi, Kepala Desa tidak boleh mengizinkan ada jual beli perorangan," pungkasnya. (ble/jee)