Jumat, 15 November 2019


Penumpang Delapan Jam Duduk Pegang Lutut

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 4816
Penumpang Delapan Jam Duduk Pegang Lutut

Antre – Penumpang mengantre saat hendak naik ke kapal kelotok di Pelabuhan Teluk Batang, Kayong Utara. Masyarakat sangat meminati menggunakan kapal kelotok sebagai sarana transportasi mereka.

Kapal motor kelotok masih menjadi angkutan andalan warga Kayong Utara untuk bepergian ke luar daerah. Kapal yang memiliki luas memadai untuk ditumpangi masyarakat dan membawa kendaraan menjadi salah satu alasannya selain harga tiket yang terjangkau.

Pasca libur hari raya Idulfitri, penumpang kapal kelotok jurusan 
Teluk  Batang-Pontianak di dermaga Teluk Batang, Kayong Utara masih sangat ramai. Kondisi ini memaksa para penumpang harus rela berdesak-desakan saat berada di atas kapal.
  
Salah seorang penumpang asal Kayong Utara yang hendak menuju Pontianak, Febri mengatakan, antrean kendaraan dan kapal yang disesaki penumpang menjadi pemandangan lazim yang ditemui setiap tahun, pasca libur Idulfitri.
 
Menurut Febri yang juga merupakan mahasiswa di Universitas Muhammadiya Pontianak ini, saat hendak pulang ke Pontianak, pasca mudik di Kayong Utara, ia terpaksa tidak bisa tidur dalam perjalanan.  

“Saya hanya duduk dengan memegang lutut hingga ke Pontianak yang jarak tempuhnya kurang lebih delapan perjalanan,” katanya, Senin (17/6).

Kapal kelotok yang terbuat dari kayu tersebut, menurut wanita berjilbab ini, selain harga tiket yangterjangkau juga bisa membawa kendaraan roda dua.

"Cukup terjangkau dibanding speedboat, juga bisa bawa motor, kalau speedboat tidak bisa,” jelasnya.

Meski begitu, Febri berharap pengelola kapal mempertimbangkan kapasitas kapal sehingga keselamatan penumpang terjamin.

"Jumlah penumpangnya  juga jangan melebihi kapasitas, sehingga penumpang kurang nyaman ketika berlayar karena tempat yang sempit," harapnya. (ble/jee)