Rabu, 18 September 2019


KONI Dukung Perjuangan Daud Yordan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 72
KONI Dukung Perjuangan Daud Yordan

APRESIASI - Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman memberikan piagam apresiasi kepada petinju Kayong Utara, Daud Yordan di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Kamis (8/8).

KONI Pusat mendukung perjuangan petinju pro andalan Indonesia Daud ”Chino” Yordan  untuk meraih gelar juara dunia.

Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengatakan putra Kayong Utara itu adalah aset tinju pro Indonesia yang potensial untuk meraih gelar juara dunia sejati. Dia pun mengapresiasi perjuangan Daud Yordan di ring tinju profesional sampai menjadi juara dunia WBC International Challenge. 

“Atas nama KONI Pusat, 34 KONI Pusat Provinsi, 517 KONI Kabupaten/Kota dan 65 cabang olahraga anggota KONI saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas prestasi Daud Yordan,” katanya ketika menerima kedatangan Daud Yordan bersama rombongan di Kantor KONI  Senayan Jakarta, Kamis (8/8).

Marciano berpesan agar Daud Yordan tidak berhenti sampai di sini saja, dan terus berjuang sampai mendapatkan gelar juara dunia sejati, yakni gelar WBC Internasional.  Selain itu pihaknya berharap seluruh elemen bangsa mendukung perjuangan Daud Yordan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di forum internasional.

“KONI Pusat selalu mendorong bagi atlet mana pun apakah dia amatir atau profesional untuk mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya,” ujarnya.

Khusus kepada Mahkota Promotion yang selama ini mengawal dan mendukung perjuangan Daud Yordan, diminta mempersiapkan Daud lebih baik lagi. Yang pasti langkah menuju juara dunia WBC Internasional bukan hal mudah, pasti akan ada tantangan.

Marciano juga optimis jika Daud Yordan bisa mewujudkan mimpi bangsa Indonesia melahirkan juara dunia tinju mengikuti jejak pendahulunya Elyas Pical, Nico Thormas, dan Chris John.

Mantan Pangkostrad ini juga minta kepada Mahkota Promotion untuk mempersiapkan petinju-petinju muda pelapis Daud Yordan. 

“Kita tak mungkin secara terus menerus memaksakan seorang Daud Yordan karena suatu saat dia harus pensiun karena faktor usia,” katanya.

Terkait dengan pembinaan ini, Marciano menegaskan bahwa idealnya seorang petinju itu harus berjenjang karir. Sebelum menuju pertarungan di ring tinju pro, seharusnya sudah berprestasi di level amatir. 

“Petinju pro Indonesia yang menjadi juara dunia seperti Elyas Pical, Nico Thomas, Chris John dan Daud Yordan sebelumnya adalah petinju yang sudah berprestasi dan matang di amatir. Nah jenjang seperti itu yang harus kita tata dengan baik,” tandas Marciano.

Sementata itu Daud Yordan berterima kasih atas perhatian dan dukungan KONI Pusat atas pencapaian prestasi yang diraihnya. Termasuk dukungan terhadap dirinya untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi, yaitu menjadi juara dunia.

Daud Yordan sukses meraih gelar juara kelas ringan super WBC International Challenge, setelah menang TKO di ronde keenam atas petinju Thailand Aekkawee Kaewmanee pada perebutan gelar, yang berlangsung di Pattaya, Thailand, Minggu (4/8).

Sukses tersebut sekaligus menambah catatan kemenengan Daud Yordan menjadi 39 kali kemenangan dengan 27 di antaranya KO. Sementara kekalahan baru diderita empat kali.

Setelah pertarungan perebutan gelar WBC International Challenge di Thailand, Daud Yordan diproyeksikan akan kembali bertanding dalam perebutan sabuk juara WBC World Silver pada November 2019 mendatang. Pertarungan ini direncanakan digelar di Bali. Pihak WBC sudah memastikan Daud menempati peringkat 15 besar.

Daud Yodan sendiri mengaku  tidak mau pilih-pilih lawan pada laga berikutnya. 

“Setelah laga ini saya akan beristirahat sebentar sebelum kembali berlatih di sasana dan menunggu langkah selanjutnya yang promotor siapkan,” ungkap Daud Yordan, yang hadir bersama pelatihnya Pino Bahari dan Damianus Yordan, serta manajer Mahkota Promotion, Simon. (ril//bls)