Kamis, 19 September 2019


Tim Karhutla Kayong Pantau Titik Api

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 86
Tim Karhutla Kayong Pantau Titik Api

MENINJAU - Bupati Kayong Utara, Citra Duani, Kapolres AKBP Asep I. Rosadi, Dandim 1203 Ketapang, Letkol (Kav) Jami'an meninjau titik api dari udara, kemarin. Ist

SUKADANA, SP - Tim Karhutla Kabupaten Kayong Utara, di antaranya Bupati Kayong Utara, Citra Duani, Kapolres AKBP Asep I. Rosadi, Dandim 1203 Ketapang, Letkol (Kav) Jami'an, Kepala BPBD, Muhammad Oma melakukan peninjauan keseluruh lokasi terjadinya Karhutla dengan menggunakan helikopter.

Usai melakukan peninjauan Bupati Citra Duani menyampaikan, ada beberapa titik lokasi yang mereka lakukan pemantauan, khususnya di areal Kabupaten Kayong Utara yang terkena dampak kebakaran hutan lahan. 

"Mulai dari area Sukadana hingga Semanai, dan Siduk. Untuk di Semanai, masih ada beberapa titik api, tetapi sebagian besar sudah bisa dipadamkan. Kemudian di daerah Simpang Hilir, yakni Sungai Jambu, Medan Jaya juga Penjalaan, rata-rata sudah padam," terang Bupati kepada sejumlah awak media di Sukadana, kemarin.

Untuk wilayah Teluk Batang hingga ke Dusun, Pulau Maya, sambung Bupati,  khususnya Dusun ada sedikit titik api yang baru muncul. Di daerah Kamboja, Pulau Maya ada dua titik api besar yang sudah padam. 

"Dari hasil peninjauan, saya menyimpulkan, untuk wilayah Kabupaten Kayong Utara, titik api yang besar sudah bisa diatasi oleh dua tim. Yang pertama tim yang di darat, dan yang keduanya dari tim water boombing," kata Citra.

Sementara itu, Kapolres Kayong Utara, AKBP Asep I. Rosadi menyampaikan, khusus untuk wilayah Pulau Maya, akses menuju ke lokasi terjadinya kebakaran, sulit dijangkau. 

"Pada hari pertama lebaran Iduladha, kami bersama Bupati mencoba pergi ke lokasi dengan menggunakan helikopter, tetapi sulit untuk mendarat mendekati lokasi," terang Kapolres.

Sehingga, menurutnya hanya bisa dijangkau dengan water boombing dengan helikopter. Sementara tim darat yang mencoba mendekati titik api tidak bisa bekerja dengan maksimal.

Ditambahkannya, guna meminimalisir terjadinya Karhutla, sesuai dengan perintah, imbauan dan arahan dari Presiden, juga dari Kapolda dan Pangdam, yang dilakukan adalah upaya pencegahan, imbauan kepada masyarakat, serta mengajak semua pihak berpartisipasi jika terdapat api. 

"Kita juga melakukan penyelidikan-penyelidikan terkait pelaku pembakaran dan lain sebagainya," kata dia.

Kepala BPBD Kabupaten Kayong Utara, Muhammad Oma menginformasikan, hingga Rabu (21/8) data yang diperoleh, ada 42 titik api yang terjadi di Kabupaten Kayong Utara. Baik itu yang berskala besar maupun kecil.

Untuk saat ini, BPBD selalu siap siaga guna meminimalisir tingkat titik api maupun tingkat Karhutlanya.

"Alhamdulillah Tim Karhutla yang terdiri dari berbagai sektor selalu bersinergi dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla," ungkap Muhammad Oma usai meninjau lokasi Karhutla. (ble/bob)

Polda Amankan 40 Tersangka

Jajaran Polda Kalbar hingga saat ini sudah mengamankan sebanyak 40 tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan, kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes (Pol) Donny Charles Go.

"Dari sebanyak 33 kasus Karhutla tersebut, sebanyak 33 kasus perorangan, dan satu kasus korporasi," kata Donny Charles Go, kemarin.

Donny menjelaskan, dari sebanyak 34 kasus Karhutla tersebut, yang sudah masuk tahap dua sebanyak dua kasus, dan tahap satu sebanyak satu kasus, sisanya sebanyak 31 kasus masih proses penyelidikan.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan penegakan hukum kepada siapa saja yang terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan, baik yang dilakukan perorangan mau pun korporasi.

Sebelumnya, dia menyatakan proses penegakan hukum akan terus berjalan, bahkan tim asistensi dari Mabes Polri juga sudah diturunkan untuk melihat perkembangan penanganan Karhutla di Kalbar.

Yang pasti, menurut dia, pihaknya tidak akan berhenti memproses atau melakukan penyelidikan di setiap Tempat Kejadian Perkara (TKP) Karhutla.

Ia menegaskan, perintahnya jelas dari pusat bagaimana Polri harus mengambil langkah, apalagi sekarang ada tim supervisi dari Mabes Polri, baik dari upaya preventif maupun penegakan hukum yang juga terus dilakukan dievaluasi.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mencatat hingga saat ini pihaknya sudah menyegel sepuluh perusahaan perkebunan dan HTI (hutan tanaman industri) yang di lokasinya terdapat titik api atau Karhutla. (ant/bob)