Sabtu, 19 Oktober 2019


442 Paket Proyek Dikebut Tayang di LPSE

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 117
442 Paket Proyek Dikebut Tayang di LPSE

Kabag Layanan Pengadaan Barang/Jasa Kayong Utara, Muhammad Idham

SUKADANA, SP – Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang/Jasa Kayong Utara, Muhammad Idham mengatakan, saat ini ada sekitar 442 paket pekerjaan yang belum tayang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kayong Utara.  

“Namun setiap harinya bisa dikebut dengan menyelesaikan 50 hingga 60 paket,” kata Idham, di ruang kerjanya, Jumat (20/9).

Menurut Idham, keterlambatan tersebut dikarenakan lamanya proses perencanaan yang berdampak terhadap output pengerjaan proyek. Untuk mengatasinya ada penambahan 20 personil yang diperbantukan di Bagian Layanan Pengadaan.  

"Semoga akhir Oktober atau awal November proses penunjukan pengadaan selesai semuanya,” harapnya.   Dikatakan Idham, ke depan persoalan pemaketan menjadi hal penting karena berhubungan dengan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) berbasis web.   

Perencanaan juga harus lebih cepat dilakukan karena dalam proses lelang pembangunan fisik harus dilakukan perencanaan terlebih dahulu.  

"Paling tidak awal Januari sudah proses perencanaan dan sudah ditayangkan, sehingga April dokumen perencanaan telah tersedia dan siap dilelang, sehingga Juli atau pertengahan tahun program pembangunan fisik sudah bisa dilakukan," terang Idham.  

Idham juga berharap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  ke depan tidak diganti, karena memiliki tugas dan tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengawal seluruh proses pengeluaran negara dari awal perencanaan hingga akhir, serta memastikan seluruh aspek dari pengadaan tersebut berjalan sesuai aturan.
 

"Sistem tunjangan kinerja (Tukin) juga harus bisa memenuhi standar. Sekarang ini dengan nilai Paket Rp2,5 miliar, honor PPK satu paket hanya Rp15 ribu,” pungkas Ilham. (ble/jee)