Rabu, 11 Desember 2019


Bappeda Keluarkan Program Durian

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 49
Bappeda Keluarkan Program Durian

FOTO BERSAMA - Kepala Bappeda Kayong Utara, Romi Wijaya foto bersama usai kegiatan Kick Off Meeting Strategi Peningkatan Kualitas Perencanaan Pembangunan Daerah Kayong Utara, di Pendopo Bupati, belum lama ini.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kayong Utara melaksanakan Kick Off Meeting Strategi Peningkatan Kualitas Perencanaan Pembangunan Daerah Kayong Utara, di Pendopo Bupati.

Kepala Bappeda Kayong Utara, Romi Wijaya mengatakan salah satu strategi melakukan pembangunan yang baik adalah dengan melakukan perencanaan berkualitas. Untuk itu perlu ditunjang dengan ketersediaan data yang baik.

“Salah satu penyebab rendahnya kualitas perencanaan adalah ketersedian dan validitas data, sehingga kita mencanangkan inovasi pembangunan daerah yang disebut Durian (Data Akurat Perencanaan Terintegrasi dan Matap,” kata Romi.

Durian merupakan gagasan mengintegrasikan data sebagai bahan perencanaan, dengan kerangka pikir berdasarkan kondisi saat ini, di mana masih rendahnya ketersediaan dan validitas data menyebabkan kualitas perencanaan yang dihasilkan juga rendah. 

Dari sini diperlukan strategi peningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah dengan menekankan pada pengumpulan dan pengolahan data yang terintegrasi, sehingga menghasilkan data valid dan berkualitas, yang diwujudkan dalam ruang operasi strategis pembangunan daerah.

“Mewujudkan ini semua perlu persiapan tahapan. Dalam jangka pendek, kita sudah melakukan beberapa kegiatan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk jangka menengah, lanjut Romi, dilakukan penyusunan SOP tata kelola perencanaan, pengendalian, monitoring dan evaluasi, pengumpulan dan pengolahan data, dan e-planning. Kemudian untuk jangka panjang yaitu operasionalisasi ruang operasi strategis perencanaan pembangunan daerah. 

“Ini dilakukan untuk dua alasan, pertama gagasan perubahan ini adalah upaya meningkatkan kualitas perencanaan dengan didukung ketersediaan data yang valid dan akurat. Secara teori sudah tegas, tidak ada perencanaan yang baik tanpa data yang baik. Kedua kebijakan pemerintah sudah jelas yaitu kebijakan satu data Indonesia dan sistem pemerintahan berbasis elektronik dan ini harus segera ditindaklanjuti. Kita berharap program Durian sebagai langkah awal mempersiapkan itu,” pungkas Romi. (humas/jee)