Ilham, Warga Kabupaten Ketapang Terinfeksi Flu Singapura

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 932

Ilham, Warga Kabupaten Ketapang Terinfeksi Flu Singapura
Ilham (2) dipangku ibunya, menangis karena menderita flu Singapura, Rabu (22/6). (Theo Bernadhi/Suara Pemred)
KETAPANG, SP - Ilham (2) tak henti-hentinya menangis. Sudah dua Minggu tubuh mungilnya dipenuhi bintik merah berisi cairan. Ia terindikasi terjangkit virus Flu Singapura. Ilham merupakan satu di antaran dua korban Flu Singapura yang menyerang sejumlah anak di Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang. 

Maria Ulfa (28) ibu kandung Ilham mengatakan, sebelum timbul bintik merah, anaknya terlebih dahulu mengalami demam panas selama dua hari, yakni sejak Rabu (15/6) lalu.
 
Dirinya menduga anaknya telah terserang Flu Singapura. Tertular dari salah seorang sanak keluarga yang terlebih dahulu terkena penyakit tersebut.

"Awalnya kepala Ilham panas, kaki dan tangannya dingin selama dua hari. Namun, anak saya masih bisa tidur nyenyak," ungkapnya didampingi petugas Puskesmas Mulia Baru di kediamannya, Kamis (23/6).

Di hari ketiga setelah mengalami demam panas, kondisi kesehatan Ilham kian mengkhawatirkan pihak keluarga. Pasalnya, di sekujur tubuhnya mulai timbul bintik merah.

“Ilham selalu menangis, karena bintik merah di tubuhnya terasa gatal dan nyeri. Kondisi ini membuatnya tidurnya terganggu dan gelisah,” katanya.

Sebelumnya, salah seorang sanak keluarganya yang seusia dengan Ilham, terserang virus Flu Singapura. Gejala awalnya persis seperti yang dialami oleh anaknya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mulia Baru, Diza Zakiah mengaku, akan terus melakukan upaya pencegahan terhadap penularan penyakit Flu Singapura atau HFMD di wilayahnya. Satu di antaranya melalui penyuluhan kepada masyarakat. 

"Penularan kasusnya sangat cepat, makanya kita langsung melakukan penyuluhan agar dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi masyarakat," katanya.

Menurut Diza, penyuluhan kepada masyarakat dirasa sangat penting untuk dilakukan, mengingat penularan penyakit HFMD sangat cepat, terlebih terhadap anak-anak. Meskipun, masih jauh dari kategori berbahaya, penyebaran penyakit ini tentunya harus segera diminimalisir.
"Walaupun dalam tujuh hari penderitanya dapat sembuh. Namun, dalam kurun waktu tersebut kualitas hidup anak-anak akan terganggu," katanya.

Untuk mencegah terserang penyakit ini, tambah Diza, sangatlah mudah, cukup memperoleh asupan gizi dan menjaga kebersihan serta giatkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 

Selain menggelar penyuluhan di Puskesmas, pihaknya juga akan melakukan pemantauan di lapangan dan sosialisasi di tingkat RT/RW. 

"Kita berharap kasus ini dapat diatasi, sehingga tak ada lagi anak-anak yang terjangkit. Salah satunya dengan menggalakkan PHBS," tuturnya. 

Gunakan Metode Sweeping

Petugas Surveilans Puskesmas Mulia Baru, Nia Prihantini menjelaskan, bahwa pihaknya telah berhasil menemukan penderita Flu Singapura di Kelurahan Mulia Baru. Temuan ini dilakukan dengan cara sweeping ke setiap lingkungan yang terindikasi. 

"Seperti kasus Ilham, yang awalnya tertular dari Bilal (Sepupunya-red)," ungkapnya.

Setelah melakukan metode sweeping di lingkungan kediaman Bilal, akhirnya petugas surveilans Puskesmas Mulia Baru menemukan penderita lainnya, yakni Alif dan Ilham. (teo/bob)