Rabu, 18 September 2019


Harga Gula Pasir di Ketapang Berangsur Normal

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1004
Harga Gula Pasir di Ketapang Berangsur Normal

Irwan (25), penjaga toko sembako Soini di kawasan Pasar Rangga Sentap, Kabupaten Ketapang, sedang menata gula di tokonya, Selasa (9/8). (Suara Pemred/ theo bernadhi)

KETAPANG, SP - Setelah sempat mengalami kenaikan harga hingga Rp 20 ribu per kilogramnya, kini harga gula pasir di pasar-pasar di Kota Ketapang berangsur turun. Saat ini harga gula pasir Rp 17 ribu per kilogramnya.

Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) Kabupaten Ketapang, Joko Prastowo mengatakan bahwa saat ini harga gula di Ketapang mulai stabil.

"Kita sudah lakukan pengecekan di pasar-pasar yang ada di Ketapang, sejak sepekan lalu harganya sudah kembali normal," ungkapnya, Selasa (9/8).

Joko mengatakan bahwa penyebab harga gula naik beb
erapa waktu lalu,  karena stok gula kurang. Namun kini sudah bisa teratasi dan hargapun kembali normal.

"Memang belum kita hitung berapa stok yang ada, tapi yang jelas banyak dan mencukupi seperti di Gudang Setia Jaya stoknya sudah kembali normal," jelasnya.

Pihaknya akan terus memantau stok gula di lapangan
,  dan membuat laporan perkembangan harga di pasaran,  sehingga dapat sesegera mungkin mengantisipasi persoalan stok atau harga ke depan.

"Kita imbau agen-agen atau pengusaha sigap mendatangkan barang agar tidak terjadi kelangkaan yang menyebabkan kenaikan harga," harapnya.


Sementara salah satu penjaga toko sembako Soini di Pasar Tradisional Rangga Sentap Ketapang, Irwan (25) membenarkan jika saat ini harga gula mengalami penurunan.

"Sejak semalam sudah turun. Kami saat ini jual Rp 16 ribu per kilogramnya," ujarnya.

Irwan mengatakan bahwa pemicu naiknya harga gula sejak menjelang perayaan Idul Fitri, lantaran tidak adanya stok gula yang masuk akibat tidak beroperasinya kapal pengangkut gula yang masuk ke Ketapang.


"Harga gula naik sejak menjelang lebaran sampai kemarin. Jadi sudah sekitar satu bulan kenaikannya. Sekarang sudah normal karena kapal pengangkut gula juga sudah masuk ke Ketapang," jelasnya.

Saat harga gula naik, Irwan mengaku menjual gula Rp 18 ribu per kilogram. Dia mengaku bahwa permintaan masyarakat terhadap gula sangat tinggi, terutama menjelang lebaran kemarin.

"Kalau sebelum naik harga gula satu karung berisi 50 kilogram hanya Rp 725 ribu, namun satu bulan terakhir karena harga naik menjadi Rp 820 ribu, karena permintaan banyak hanya dua hari kita jual eceran 50 kilo gula habis," akunya.

Irwan berharap ke depan tidak ada lagi persoalan kekurangan stok di agen yang menyebabkan naiknya harga gula. Sebab, banyak pelanggan mengeluhkannya.

Disperindag Harus Aktif Kontrol

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Jamhuri Amir meminta Disperindagkop Kabupaten Ketapang dan para agen sembako setempat proaktif melihat situasi dan kondisi. Penyebab kenaikan harga barang
,  salah satunya karena kekurangan ketersedian barang.

"Dinas terkait harusnya proaktif. Kondisi kelangkaan stok barang biasanya dipengaruhi cuaca sehingga kapal pengangkut barang tidak dapat berlabuh yang menyebabkan stok barang berkurang. Ah, ini harus bisa diantisipasi,” katanya.

Caranya, kata Jamhuri, bisa saja agen melakukan penambahan stok barang sehingga ketika kapal tidak dapat masuk, ketersedian barang masih ada.

Selain itu, dinas terkait juga harus sigap melakukan sidak ke agen-agen guna menghindari oknum pengusaha nakal yang mencari keuntungan saat ketersedian barang berkurang dengan menimbun barang-barang jualannya.

"Harus ada sinergitas antara dinas dengan agen-agen yang ada di Ketapang. Dinas terkait harus sigap melakukan razia dadakan dan mengecek ketersedian barang kebutuhan pokok di pasaran maupun di agen agar dapat dengan cepat mengantisipasi kekurangan stok,” pungkasnya. (teo/bah/sut)