Pegawai KSOP Wilayah V Ketapang Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Pawan

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 1066

Pegawai KSOP Wilayah V Ketapang Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Pawan
Jasad Turlis Taat dibawa ke rumah duka di Desa Kauman, Kecamatan Benua Kayong Utara usai divisum di RSUD Agoesdjam Ketapang. Suarapemred/theobernadhi
KETAPANG, SP - Setelah dinyatakan hilang pada Minggu (14/8) malam, H Turlis Taat, pegawai kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Wilayah V Ketapang ditemukan tewas. Mayatnya ditemukan warga di perairan anak Sungai Pawan, Kampung Baru,  Senin (15/8) pagi.

Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kanit PPA Polres Ketapang, Aiptu Nasran menjelaskan kalau korban sebelumnya memang dinyatakan hilang oleh keluarganya usai pergi membeli nasi goreng.

"Informasi yang kita dapat korban pada Minggu sekitar pukul 20.00 WIB pergi keluar rumah untuk membeli nasi goreng. Korban tidak mau diantar dan berjalan kaki. Akhirnya pihak keluarga cemas dan melakukan pencarian karena korban tidak kunjung pulang ke rumah,"
kata Nasran di RSUD Agoesdjam Ketapang, Senin (15/8).

Nasran mengungkapkan setelah dilakukan pencarian sejak tadi malam, akhirnya korban ditemukan mengapung tidak bernyawa di anak sungai pawan di Jalan Perintis, Kampung Baru, Kecamatan Benua Kayong.

"Kita dapat informasi ada warga yang hendak mencari udang menemukan sesosok mayat. Saat anggota cek ke lokasi memang benar itu Pak H Turlis. Mayat langsung dievakuasi dibawa ke RSUD Agoesdjam untuk kemudian divisum," terangnya.

Menurut Nasran, pada jasad terlihat ada luka lecet kecil di bagian kening, serta di bagian pelipis mata, penyebabnya belum dapat dipastikan lantaran hasil visum belum diketahui.

"Tadi selain visum juga dilakukan ronsen pada bagian dalam korban dan hasilnya normal tidak ada hal yang mencurigakan,"
tambahnya.

Untuk itu,
lanjut Nasran sampai saat ini penyebab pasti meninggalkan korban belum dapat diketahui.
"Tapi informasi dari pihak keluarga korban baru pulang dari Jawa pada Sabtu (13/8) karena mengeluh sakit. Selain itu, akhir-akhir ini suka ngeblank pikirannya karena sakit itu," terangnya.

Sementara
itu,  Yusman Ketua RT 14 Desa Kauman, Kecamatan Benua Kayong mengaku terkejut atas meninggalnya korban.
Menurutnya, sehari sebelum korban ditemukan meninggal dirinya sempat bertemu korban saat memasang umbul-umbul untuk merayakan 17 Agustus.

"Kemarin (Sabtu-red) saya lihat beliau ada masang umbul-umbul, kemudian saya sempat ngobrol sama almahum menanyakan dalam rangka apa almahum ke Jawa, dia menjawab katanya berobat karena sakit asam lambung," jelasnya.

Memang dirinya sudah lama tidak bertemu dengan korban
,  lantaran korban cukup lama pergi berobat ke Jawa dan baru dua atau tiga hari belakangan pulang kembali ke Ketapang.

"Malam hari setelah saya ketemu almahum sekitar pukul 23.00 WIB
,  warga heboh di depan rumah almahum karena informasinya almahum hilang dan tidak pulang-pulang usai pamit mau membeli nasi goreng," jelasnya. (teo/bah/sut)