Minggu, 15 Desember 2019


Suplay Bertambah, Elpiji Tabung 3 Kg di Ketapang Langka

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1017
Suplay Bertambah,  Elpiji Tabung 3 Kg di Ketapang Langka

Puluhan gas elpiji tabung tiga kg di pangkalan gas elpiji di Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. SUARA PEMRED/THEO BERNADHI

KETAPANG, SP - Kelangkaan gas elpiji tabung tiga kilogram kembali terjadi di Kota Ketapang. Warga harus berburu gas bersubsidi ini hingga lintas kecamatan. Keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) dianggap tak begitu membantu menjamin tersedianya stok gas elpiji.

Sabran (43), warga Desa Sei Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan mengaku, stok elpiji bersubsidi ini kosong di toko dan pangkalan gas yang ada di Ketapang. Bahkan dia harus menempuh jarak belasan kilometer untuk berkeliling mencari dari desanya hingga ke Kecamatan Delta Pawan. Kondisi ini sudah terjadi sejak dua pekan terakhir.

 "Saya dari Desa Sei Awan, di Sei Awan ada SPBE tapi tidak ada yang jual. Bahkan saya sudah keliling sama istri mencari sampai ke pangkalan di Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan dan ternyata juga tidak ada," keluhnya, Rabu (5/10).

Menurut Sabran, kelangkaan gas elpiji tabung tiga kilogram seharusnya tidak terjadi mengingat gas elpiji merupakan kebutuhan pokok masyarakat untuk memasak pasca dilahirkannya keputusan untuk mengkonversi penggunaan minyak tanah menjadi pemakaian gas elpiji oleh pemerintah.

 Apalagi menurutnya di Ketapang sendiri sudah memiliki SPBE yang seharusnya dapat menyediakan stok gas epiji untuk masyarakat. "Harusnya gas tidak lagi susah dicari, karena SPBE sudah ada. Agen dan pangkalan juga ada, tapi faktanya sudah hampir dua pekan, gas elpiji kadang ada dan kadang tidak ada. Susah ditemukan," akunya.

Akibat kelangkaan ini, harga gas elpiji juga ikut mengalami perubahan yang tidak menentu. Sabran mengaku beberapa hari lalu dirinya sempat membeli gas elpiji tabung tiga kilogram dengan harga mencapai Rp22 ribu per tabung.

"Soal harga tidak masalah, karena memang gas kebutuhan dasar untuk kita masak, walaupun sebenarnya kita merasa dibebankan dengan harga yang naik turun, tapi yang paling penting gas itu tersedia. Informasi yang kita dengar gas yang ada banyak didistribusikan ke daerah perhuluan karena di sana harga jual lebih mahal," keluhnya.

Alwi Rahman, pemilik pangkalan gas elpiji di Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, membenarkan saat ini memang terjadi kelangkaan gas elpiji khususnya tabung tiga kilogram, baik di toko-toko maupun di pangkalan elpiji. Kelangkaan ini menurutnya lantaran suplay stok gas elpiji dari agen untuk pangkalan menurun drastis dibanding sebelumnya.

"Sebelumnya sebulan bisa seribu lebih tabung yang masuk ke pangkalan saya, tapi sebulan belakangan yang dikirim tidak sampai seribu bahkan berkurang sampai 400 tabung," ungkapnya.

Padahal sebelumnya, di pangkalannya sama sekali tidak pernah dilakukan pengurangan pasokan gas elpiji  dari agen, terlebih seribu tabung gas per bulan yang diterimanya memang untuk melayani kebutuhan masyarakat yang ada. Akibat pengurangan stok tersebut dirinya merasa memiliki beban moral lantaran tak sedikit warga yang datang ke pangkalannya untuk mencari gas elpiji.

Bahkan tak jarang ada warga yang memaksa dan mengira dirinya menyimpan stok gas elpiji. "Coba lihat di dalam itu pak semua gas kosong sudah beberapa pekan tidak ada isinya, kita mau bagaimana lagi, memang gas 3kg tidak ada dipangkalan kita," akunya.

Ia pun mengaku merasa kasihan ketika melihat warga khususnya ibu-ibu yang membawa anaknya berkeliling mencari gas elpiji. Untuk itu ia berharap kepada Pertamina atau pihak berwenang lainnya untuk segera mengatasi persoalan ini. "Apakah pertamina tahu kondisi di lapangan seperti ini? Kan katanya Pertamina mengawasi pangkalan, kalau tahu harus segera dicari solusi untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji 3kg ini," tukasnya.



Klaim Suplai Bertambah

Sementara itu, Perwakilan Stasiun Pengisian Bukar Elpiji (SPBE) Ketapang, Jalan Manjed Katamso, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Taufik mengaku sejak beberapa bulan terakhir hingga saat ini, suplai gas elpiji tabung tiga kilogram  dari pihaknya ke agen lancar dan normal, bahkan ada penambahan suplai elpiji tabung tiga kilogram pada bulan ini ke beberapa agen di Ketapang.

"Bahkan ada agen yang suplai kita tambah karena permintaan agen, seperti PT Harapan Lestari Pawan yang biasanya disuplay satu hari dua mobil, sekarang jadi tiga mobil," akunya.

Selain itu, pihaknya juga berkelanjutan mendistribusikan gas elpiji tabung tiga kilogram  sebanyak 25 mobil ke agen Ketapang, sehingga stok di agen dinilai saat ini mencukupi.

"Minimal 22 truk per hari atau paling rendah 18 truk, jadi tidak mungkin kelangkaan gas elpiji terjadi. Kalaupun langka bisa saja ada oknum nakal di pangkalan yang menjual gas ke daerah perhuluan," katanya.

Ia pun mengaku, tugas pihaknya hanya mengawasi penyaluran ke agen, sedangkan dari agen ke pangkalan bukan lagi wewenang pihaknya. (teo/ind/sut)