Selasa, 17 September 2019


Ujang Sumpit, “Saya Ingin Tahu Anak Saya Apakah Benar Tidak Perawan”

Editor:

Soetana Hasby

    |     Pembaca: 2258
Ujang Sumpit, “Saya Ingin Tahu Anak Saya Apakah Benar Tidak Perawan”

PERKOSA ANAK - Tersangka Ujang Sampit saat diwawancarai di Polres Ketapang, Rabu (16/11). (SP/Teo)

KETAPANG, SP – Samsir alias Ujang Sumpit (36) warga Kabupaten Ketapang, berdalih menyetubuhi putrinya, HF (16), untuk membuktikan kebenaran anaknya sudah tidak perawan lagi.

"Saya malu menceritakan aib anak saya tapi ini kenyataannya. Jadi, niat saya ingin tahu apakah benar anak saya sudah tidak perawan. Makanya saya ingin mengetesnya langsung," ujar Ujang kepada wartawan di Mapolres Ketapang, Rabu (16/11).

Sejak korban berusia 3 tahun, Ujang sudah tidak bertemu korban karena dia bercerai dengan ibu kandung HF. Sekitar tiga bulan lalu, korban menghubungi Ujang yang telah menikah lagi dan memiliki dua anak, dan berniat tinggal bersama ayah kandungnya. "Bulan lalu saya jemput anak saya di sekolahnya, dan tinggal bersama saya dan istri baru saya, serta dua anak saya  yang masih kecil,” kata Ujang.

Tersangka menyebut mantan istrinya menyilakannya membawa HF. “Ibunya bilang kalau saya mampu mengajarnya, silakan bawa,” ujar Ujang.

Sejak bersama Ujang, korban mulai bercerita kisah hidupnya selama tinggal bersama ibunya di Kabupaten Landak. Kepada ayah kandungnya itu, HF mengaku tidak perawan lagi karena menjajakan diri.  Mendengar pengakuan korban, tersangka berdalih ingin membuktikan kebenaran ucapan anak kandungnya. Niat itu dilakukan tersangka saat korban tertidur.

“Pada subuh hari, saat dia tidur saya setubuhi. Saya menangis dan memukul dinding setelah melakukan itu.  Saya kesal, anak saya memang sudah tidak perawan lagi,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Ketapang AKP Putra Pramata mengatakan perbuatan tersangka diketahui setelah korban bercerita kepada pamannya, dan  pamannya meneruskan kepada ibu korban.  “Keluarga korban yang di Landak kemudian melaporkan kepada kita pada Sabtu (12/11)," kata Putra. Tersangka Ujang dikenakan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.  (teo)