Kasus Korupsi Dana JKN, Kejaksaan Tahan Heri Yulistio dan Urai Imran

Ketapang

Editor Soetana hasby Dibaca : 2380

Kasus Korupsi Dana JKN, Kejaksaan Tahan Heri Yulistio dan Urai Imran
DITAHAN - Masih mengenakan pakaian dinas, Kepala Dinkes Ketapang Heri Yulistio (insert) dan Sekretaris Dinas Kesehatan Urai Imran (menutup mata) ditahan Kejaksaan Negeri Ketapang, Rabu (21/12). (SP/Theo Bernadhi)
 KETAPANG, SP - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang, Rabu (21/12), menahan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ketapang, Heri Yulistio beserta Sekretaris Dinkes Ketapang, Urai Imran, dalam kasus dugaan korupsi dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sejak Rabu pagi, Heri dan Urai yang telah ditetapkan sebagai tersangka, menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Usai menjalani pemeriksaan Heri dan Urai , masih mengenakan pakaian dinas, oleh jaksa dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agoesdjam Ketapang, diperiksa kesehatan.

Sekitar pukul 18.45 WIB, kedua tersangka dibawa jaksa ke Lapas Kelas IIB Ketapang, untuk ditahan. 

"Penahanan ini merupakan proses biasa, apalagi untuk tersangka korupsi memang bisa dilakukan penahanan terlebih alat bukti dan pemeriksaan tersangka sudah dilakukan," kata Kepala Kejari Ketapang, Joko Yuhono kepada wartawan. 

BERITA TERKAIT:
Korupsi Dana JKN, Kejari Ketapang Tetapkan Kepala Dinkes Sebagai Tersangka


Kajari mengatakan, penyidik segera melengkapi berkas pemeriksaan dan melakukan penyitaan untuk memproses melimpahkan kasus Heri dan Urai ke pengadilan.

"Kalau semuanya sudah selesai, kami akan limpahkan perkaranya ke pengadilan,” ujar Joko.

Dikatakannya, Kejaksaan masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) soal nominal kerugian negara dalam kasus itu. “Kami juga masih menunggu perhitungan dari BPKP, kita harap secepatnya,” ujar Joko.

Heri dan Urai dijadikan tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana kapitasi JKN periode 2014-2015, senilainya Rp 13 miliar. Perhitungan sementara penyidik, akibat ulah kedua tersangka, negara mengalami kerugian Rp 500 juta. (teo)

Baca Juga:
Presiden Jokowi Resmikan ‘Teras Rumah’ Indonesia di Entikong 

Digagalkan, Pengiriman 1.300 Ekor Burung Kacer Asal Kalbar Tujuan Jateng

Yakop: Sisa Enam Persen Melawi Raih Opini WTP