Senin, 14 Oktober 2019


Tahan Tersangka Korupsi, Kejari Ketapang Panen Dukungan

Editor:

Soetana Hasby

    |     Pembaca: 1052
Tahan Tersangka Korupsi, Kejari Ketapang Panen Dukungan

Ilustrasi

KETAPANG, SP  –  Langkah Kejaksaan Negeri Ketapang menahan tersangka korupsi, mendapat dukungan elemen mahasiswa, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat serta lembaga non government organization.

"Kami mengapresiasi langkah Kejari dalam penyelesaian kasus korupsi, terlebih menahan pejabat publik di Ketapang yang terjerat kasus korupsi, ini tentu jadi warning bagi semua elemen yang ada di Ketapang agar tidak melakukan penyimpangan," ungkap Ketua Presedium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Ketapang, Tedi Wahyudin, Kamis (22/12).

Hal senada juga disampaikan Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK), Isa Anshari. "Kami dari FPRK sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Kejari yang berani menahan para tersangka korupsi dengan cepat," ujar dia.

BERITA TERKAIT:
Kasus Korupsi Dana JKN, Kejaksaan Tahan Heri Yulistio dan Urai Imran 

Dijadikan Tersangka Korupsi, Kepsek SLBN, Sarkani “Mungkin Ini Dosa Saya”


Dari kalangan tokoh masyarakat Ketapang, Herman Wimpy menyatakan langkah Kejari Ketapang mengusut tiga kasus korupsi patut diapresiasi. "Saya sangat mengapresiasi dan mendukung langkah Kejari dalam penyelesaian kasus-kasus korupsi yang saat ini mereka tangani," katanya.

Herman juga berharap Polres Ketapang membuktikan penanganan kasus korupsi seperti pihak Kejari Ketapang.

"Kalau Kejari bisa, harusnya Polres juga bisa. Harapan saya Polres dapat segera menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang mereka tangani, yang sudah lama berjalan, tapi belum ada kepastian hukumnya," imbuh Herman.

Kejari Ketapang, Rabu (21/12) kemarin, menahan tiga tersangka korupsi dari dua kasus korupsi yang diusut. Dua tersangka yang ditahan dalam kasus dugaan korupsi dana kapitasi JKN periode 2014-2015, senilainya Rp 13 miliar, Kepala Dinkes Heri Yulistio beserta Sekretaris Dinkes Ketapang, Urai Imran.

Tersangka satunya, Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Ketapang, Sarkani dalam kasus dugaan korupsi dana Bansos dan bantuan dari Kementerian Pendidikan, sejak 2012-2015.

Ketiga tersangka kini meringkuk di Lapas Kelas IIB Ketapang.  (teo)

Baca Juga:
Resmi, Ketum Hanura Oesman Sapta

Mau Beli Rokok, Bella Nekat Curi Uang di Kotak Amal

Vatikan Tunjuk Pastor Samuel Oton Sidin Jadi Uskup Sintang