Minggu, 22 September 2019


Dugaan Korupsi Dana Pemeliharaan 5 Jembatan, Kajari: Silakan Lapor

Editor:

Soetana Hasby

    |     Pembaca: 1301
Dugaan Korupsi Dana Pemeliharaan 5 Jembatan, Kajari: Silakan Lapor

RAMPUNG - Seorang pengendara motor melintasi jembatan Gertak Satu di Jalan Pak Kasih, Kota Pontianak, yang telah dipugar oleh Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Kalimantan Barat. (SP/Umar Faruq)

KETAPANG, SP – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang, Joko Yuhono mempersilakan melaporkan dugaan korupsi terkait dana pemeliharaan berkala lima jembatan di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

"Silakan saja laporkan ke kita. Nanti akan kita tindak lanjuti," kata Kajari.

Dikatakan Kajari, jika laporan resmi sudah masuk, maka pihaknya akan memanggil pelaksana proyek pemeliharaan lima jembatan serta memanggil dinas terkait.

"Akan kita panggil nanti pihak-pihak terkait jika laporannya sudah masuk," imbuh Joko Yuhono.

Koordinator LSM Tim Investigasi dan Analisis Korupsi, Evi Zulkifli menduga ada penyimpangan dana pemeliharaan lima jembatan di antaranya, Jembatan Pawan I, Jembatan Pesaguan dan Jembatan Sei Tengar, anggarannya bersumber dari APBD 2016 Pemprov Kalbar.

Evi mengutip dugaan penyimpangan itu dari keterangan Ketua LSM Peduli Kayong, Suryadi yang diberitakan.

"Dalam pemberitaan, Suryadi mengatakan pemeliharaan tiap jembatan yang menghabiskan rata-rata biaya sekitar Rp 3 miliar, secara kasat mata dengan anggaran sebesar itu hanya dipengecatan pada baja galvalis saja," kata Evi Zulkifli, Minggu (15/1).

Masih melansir dari pernyataan Suryadi, Evi melanjutkan, dengan anggaran besar banyak item pekerjaan yang harusnya bisa dilaksanakan, misalkan, di Jembatan Pawan 1 tidak ada dilaksanakannya pekerjaan pada penguatan lantai jembatan dengan bahan fiber composite jenis carbon.

Serta memperkuat lantai beton dengan FRP jenis carbon di permukaan bawah, sehingga untuk satu jembatan saja diduga banyak item pekerjaannya yang di mark up.

"Kita akan laporkan secara resmi ke Kejari Ketapang,” tegasnya. (teo)

Baca Juga:
Dewan Sinyalir Banyak Perusahaan Tak Patuhi UMK Kota Pontianak 
Hildi Hamid Ketua PWNU Kalbar 2017-2022
Ini Penampakan Banjir di Pelabuhan Ratu