Warga Keluhkan Traffic Light Tak Berfungsi, Dishub ‘Cuek’

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 807

Warga Keluhkan Traffic Light Tak Berfungsi, Dishub ‘Cuek’
HL KETAPAG TERJATUH – Salah seorang pengendara sepeda motor terjatuh saat melintas di persimpangan Mapolres Ketapang akibat saling mendahului, kemarin. Insiden ini buntut dari tak berfungsinya traffic ligth di wilayah tersebut.
KETAPANG, SP – Sejumlah warga Ketapang menyayangkan sikap Dinas Perhubungan (Dishub) yang terkesan cuek, terhadap keluhan masyarakat mengenai traffic light di persimpangan Mapolres Ketapang yang tak berfungsi dengan baik.

Hesti Yulianti (23) satu di antara warga Jalan Karya Tani, Kelurahan Sukaharja mengaku kesal dengan sikap Dinas Perhubungan yang dinilai cuek terhadap keluhan masyarakat terkait tidak berfungsinya traffic light di persimpangan Mapolres Ketapang.

"Kita sangat kesal, traffic light sudah lama rusaknya, hanya lampu kuning yang menyala. Pengendara jadi bingung dan saling mendahului. Inikan bahaya. Tapi sampai sekarang tidak kunjung diperbaiki oleh dinas terkait," ungkapnya, Minggu (14/5).

Dikatakannya, sudah beberapa kali terjadi saling senggol antar pengendara akibat tidak berfungsinya traffic light tersebut, namun pihak terkait terkesan cuek.

"Tidak ada anggaran atau tidak peduli. Ini yang kita tidak tahu," ketusnya.

Dirinya meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dishub untuk peka terkait keluhan masyarakat dan tanggap dalam menangani persoalan yang menjadi tugas dan fungsinya.

"Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak. Saya harap traffic light di persimpangan Mapolres Ketapang segera diperbaiki, agar lalulintas dapat berjalan dengan tertib dan aman," mintanya.

Sementara itu, Dasima (37) warga lainnya yang kerap melintasi jalan tersebut mengaku bingung ketika melintasi persimpangan, lantaran traffic light tak berfungsi dengan baik, sehingga membuat semua pengendara saling mendahului.

"Kalau traffic light berfungsi dengan benar, tentu pengendara tidak saling mendahului dan lalulintas akan tertib, kalau seperti ini semuanya ingin saling mendahului, makanya beberapa kali ada yang terjatuh atau bersenggolan," katanya.

Untuk itu, ia berharap, kondisi ini dapat segera teratasi, terlebih sudah hampir tiga pekan traffic light dalam kondisi rusak. Menurutnya, jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin akan ada kecelakaan fatal terjadi di persimpangan.

"Apalagi, kalau ketika jam kerja atau sekolah. Persimpangan ini banyak dilalui oleh berbagai jenis kendaraan. Terlebih saat malam hari, makanya harus segera diperbaiki," harapnya.

Anggota DPRD Ketapang, Ignasius Irawan mengaku kesal dan kecewa dengan sikap intansi terkait yang dinilai lalai dalam melakukan pengawasan serta perbaikan terhadap traffic light yang tidak berfungsi.

"Saya kecewa berat dengan sikap dinas terkait yang seolah lalai, padahal sudah beberapa kali dalam rapat juga kita singgung mengenai persoalan ini," ketusnya.

Ia menilai persoalan traffic light bukanlah hal sepele sehingga seenaknya diabaikan, lantaran permasalahan ini menyangkut keselamatan pengendara saat melintas serta keindahan Ketapang sendiri.

"Kalau traffic light rusak tentu akan menimbulkan masalah, mulai dari keselamatan pengendara terancam dan aktivitas lalu lintas semraut. Kondisi ini tentu akan mebuat keindahan kota hilang," terangnya.

Untuk itu, ia meminta dinas terkait untuk peka dalam menanggapi hal-hal seperti ini, terlebih menurutnya kejadian traffic light tidak berfungsi dengan baik atau rusak tidak hanya terjadi di persimpangan Mapolres Ketapang, tetapi juga terjadi di beberapa titik lainnya.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi melalui via telepon, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ketapang, Djoko Prastowo tidak bisa dihubungi. Beberapa kali dihubungi nomor handphone sedang tidak aktif, begitu juga dengan pesan singkat yang dikirim awak media juga tidak mendapat balasan. (teo/bob)