Terdakwa Korupsi JKN Diancam 20 Tahun Penjara

Ketapang

Editor Syafria Arrahman ST Raja Alam Dibaca : 806

Terdakwa Korupsi JKN Diancam  20 Tahun Penjara
ilustrasi (news.okezone.com)
KETAPANG, SP - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang telah melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi penyimpangan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Dinas Kesehatan Ketapang ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pontianak.

Sidang perdana kasus tersebut sudah digelar pada 9 Mei lalu yang mana pada sidang perdana, Jaksa Penutut Umum (JPU) telah membacakan dakwaan terhadap kedua tersangka, Mantan Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Heri Yulistio dan Sekretaris Dinas Kesehatan, Uray Imran lantaran didakwa dengan Pasal 2 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 KUHP.

"Kedua terdakwa diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara jika mengacu pada pasal dakwaan ini," ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Ketapang, Zulkhaidir, Rabu (17/5).

Ia menjelaskan, sidang perdana hanya mengagendakan pembacaan dakwaan, sedangkan sidang kedua yang digelar pada Selasa (16/5) mengagendakan keterangan saksi, yang mana pada sidang kedua JPU memanggil tujuh saksi yang terdiri dari Dinas pegawai di Dinas Kesehatan, Mulai dari kepala bidang, hingga kepada juru pembayar gaji.

Namun, hanya empat saksi saja yang hadir, yang mana dua saksi merupakan kepala bidang,kepala sub bagian keuangan dan juru bayar gaji di Dinas Kesehatan, tiga saksi lainnya tidak hadir karena berbagai alasan.

Ia melanjutkan, tidak hanya saksi dari Dinas Kesehatan, pihak JPU juga akan menghadirkan saksi dari Sekretariat Pemda Ketapang terkait penerbitan SK hingga terjadi dugaan korupsi. Selain itu beberapa Kepala Puskesmas juga akan dimintai keterangan dalam persidangan.

"Untuk Puskesmas hanya sebagian saja tidak semuanya," katanya.

Untuk membuktikan kesalahan terdakwan, JPU nanti akan menghadirkan saksi ahli, namun waktu untuk menghadirkan saksi ahli belum diketahui kapan


lantaran menunggu saksi-saksi lain dihadirkan di persidangan.

Saat ini, kedua terdakwa ditahan di Pontianak yang mana penahanan dilakukan selama 30 hari setelah berkas perkara dilimpahkan ke pengadilan. Jika dalam masa tahanan belum ada jatuh vonis, maka masa penahanan akan diperpanjang selama 60 hari oleh Pengadilan Negeri. (teo/bob)