Puluhan Siswa SDN 07 Nanga Tayap Keracunan

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 843

Puluhan Siswa SDN 07 Nanga Tayap Keracunan
DIRAWAT – Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 07 Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Nanga Tayap, setelah diduga mengalami keracunan makanan, Senin (22/5).
KETAPANG, SP - Sebanyak 70 orang warga Desa Sungai Kelik, Kecamatan Nanga Tayap mengalami keracunan pada saat mengikuti acara perpisahan siswa Kelas VI SDN 07 Nanga Tayap, Senin (22/5). Sebagian besar korban keracunan merpakan siswa sekolah tersebut dan tujuh orangtua siswa. Seluruh korban di bawa ke Puskesmas Nanga Tayap, untuk mendapatkan pertolongan medis.

Saat dikonfirmasi, Kepala SDN 07 Nanga Tayap, Ras'an membenarkan, bahwa terjadi insiden keracunan terhadap puluhan siswa dan orangtua murid saat acara perpisahan yang diselenggarakan pihak sekolah.
“Acara perpisahan dikelola oleh orangtua siswa yang menjadi panitia, mulai dari persiapan, perencanaan, keuangan hingga konsumsi. Jadi kami hanya memfasilitasi tempat saja," ujarnya, Selasa (23/5).

Ia mengatakan, sebelumnya kegiatan perpisahan berjalan lancar hingga para peserta bubar serta pulang ke rumah masing-masing.

"Setelah saya pulang ke rumah. Saya diinformasikan oleh dewan guru yang mengatakan ada siswa diduga keracunan," katanya.

Ia menerangkan, acara perpisahan tidak hanya dihadiri siswa kelas VI, namun ada siswa kelas lainnya serta orangtua siswa kelas VI, tokoh masyarakat dan UPPK.

"Semuanya menikmati hidangan yang disiapkan panitia. Tapi tidak semua yang memakan hidangan merasakan hal yang dirasakan oleh mereka yang mengalami pusing dan muntah-muntah. Saat ini sudah sekitar 50 orang yang diperbolehkan pulang,” terangnya.

Sementara itu, Susi Verawati satu di antara orangtua siswa kelas VI yang juga merupakan panitia mengaku tak menyangka banyak siswa yang diduga keracunan setelah memakan hidangan yang telah disajikan.

"Awalnya tiga orang yang terkena, tapi makin bertambah jadi 70 orang. Walau pun tidak semua undangan mengalami hal yang sama, padahal semua makan dengan menu yang sama, termasuk saya yang sama sekali tidak mengalami gejala keracunan," tuturnya.

Susi yang juga merupakan seorang bidan menilai, hal tersebut akibat faktor fisik, lantaran dirinya juga mengkonsumsi makanan yang sama tapi tidak merasakan gejala seperti yang dirasakan undangan yang diduga keracunan.

"Makanya juga tidak menyangka, karena panitia kegiatan semua orangtua murid yang dalam kepanitiaan sudah dibagi masing-masing tugasnya, terutama dalam pengelolaan konsumsi," tuturnya. (teo/bob)