Korban Sempat Sadar dan Mengaku Dikeroyok

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 859

Korban Sempat Sadar dan Mengaku Dikeroyok
BUKTI FOTO – Kuasa Hukum Keluarga Korban, Rustam Halim memperlihatkan bukti foto kondisi tubuh korban yang dipenuhi luka memar akibat diduga dianiaya pelaku, Minggu (28/5). SUARA PEMRED/ THEO BERNADHI
KETAPANG, SP - Keluarga Almarhum Hepni (55) warga Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan yang menjadi korban penganiayaan berujung kematian meminta Polres Ketapang segera mengungkap kasus yang menimpa kerabatnya ini dan segera menentapkan serta menangkap para pelaku.

Hal ini disampaikan keluarga melalui kuasa hukum korban, Rustam Halim. Menurutnya, pihak keluarga mendukung penuh langkah hukum yang dilakukan Polres Ketapang dalam mengungkap kasus dugaan penganiayaan yang menimpa korban.
Untuk diketahui, sejak Senin (27/3) lalu korban mesti dirawat secara intensif selama satu bulan di rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin (20/4).

"Keluarga korban meminta pihak kepolisian segera menetapkan pihak-pihak yang terduga sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan ini," ungkapnya, Minggu (28/5).

Sebelumnya, korban yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga pemasaran di PT Multi Langgeng yang terletak di Jalan KH Mansyur, Kecamatan Delta Pawan ditemukan tak sadarkan diri di dalam kamar mandi kantor. Saat ditemukan korban mengalami luka dan memar di sekujur tubuhnya, Senin (27/3) lalu.

"Pihak keluarga yakin korban meninggal bukan karena jatuh dari kamar mandi, melainkan dianiaya, terlebih korban sempat sadarkan diri sehari setelah kejadian dan mengaku kepada keluarga kalau dirinya dipukul, ditipu dan dikeroyok di sebuah masjid," ungkapnya.

Dugaan korban meninggal akibat dikeroyok semakin kuat, setelah pasca dilakukan pra rekontruksi di tempat korban ditemukan, yakni di PT Multi Langgeng. Pada saat itu pihak kepolisian mengurai, mencari detail tahap-tahap korban ditemukan hingga dibawa ke rumah sakit.
Hingga akhirnya pasca pra rekontruksi tersebut, pihak kepolisian kemudian kembali meminta keterangan beberapa pihak mengenai kasus dugaan penganiayaan, pengeroyokan sebagaimana dimaksud Pasal 170 KUHP sub Pasal 351 KUHP terhadap korban.

"Para saksi kembali dipanggil dan dimintai keterangan, seperti pemilik PT Langgeng dan dokter yang merawat korban. Untuk itu, kami yakin polisi mampu mengurai dan menyimpulkan kasus ini dan menjawab teka-teki siapa pelaku dan otak penganiayaan yang berujung kematian ini," tuturnya.

Dugaan-dugaan korban meninggal akibat dianiaya, menurutnya sudah jelas. Ini dapat dilihat dengan kondisi tubuh korban yang penuh dengan memar dan luka.
“Tidak mungkin akibat jatuh dari kamar mandi, karena hasil visum menunjukkan tubuh korban penuh memar serta diperkuat pengakuan korban ketika sadar, kalau dirinya telah dipukul,” katanya.

Untuk itu, pihak keluarga meminta kepada aparat penegak hukum segera menetapkan para tersangka dan mengadilinya sebagaiman mestinya.
“Jika diperlukan, pihak keluarga bersedia bila jenazah korban dioutopsi, semata untuk kepentingan penyelidikan,” tegasnya. (teo/bob)