Titik Api Terdeteksi di Ketapang

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 709

Titik Api Terdeteksi di Ketapang
TITIK API - Hasil patroli udara oleh Manggala Agni menemukan titik api di Kecamatan Matan Hilir Selatan, kemarin. ISTIMEWA
KETAPANG, SP - Selama sepekan terakhir sedikitnya terdapat tujuh titik api di wilayah Kabupaten Ketapang. Hotspot diantaranya terjadi di Kecamatan Kendawangan, Kecamatan Air Upas, Kecamatan Sungai Melayu dan Simpang Hulu.

Kepala Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Ketapang, Rudi Windra Darisman membenarkan munculnya titik api di wilayah Kabupaten Ketapang dalam satu pekan terakhir.

"Tanggal 7 Juni terdeteksi dua titik, satu titik di Kendawangan dan satu titik di Air Upas. Sementara tanggal 9 Juni terdeteksi tiga titik di Kendawangan dan satu titik di Sungai Melayu serta satu titik di Simpang Hulu," ungkapnya, Minggu (11/6).

Dari hotpsot yang terpantau, pihaknya kemudian langsung melakukan ground check ke lapangan untuk memastikan apakah benar ada kejadian kebakaran.

"Untuk di Kecamatan Kendawangan hasil ground check memang terdapat bekas kebakaran yang luasnya sekitar 1 hektare," tuturnya.

Melalui patroli udara menggunakan sebuah helikopter, pihaknya  melakukan pencegahan dan menanggulangi terjadinya Karhutla. Di samping itu, petugas juga mendeteksi titik api di wilayah lainnya, seperti di daerah Pelang, Pesaguan, Sungai Besar yang langsung dilakukan penanggulangan oleh tim patroli darat.

"Jadi tim patroli darat langsung bergerak di lokasi titik api yang hanya dipermukaan saja dengan luasan yang tidak terlalu luas, sehingga langsung dilakukan penanggulangan," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan patroli guna mengantisipasi dan menanggulangi hal-hal yang tidak diinginkan, terlebih selama satu pekan ke depan petugas akan melakukan patroli udara menggunakan helikopter dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang akan stanbay di Ketapang selama satu pekan ke depan.

"Helikopter yang kita gunakan patroli udara diperuntukan untuk Provinsi Kalbar. Kebetulan di Pontianak, Kubu Raya, Sintang sudah, sekarang di Ketapang. Kita berharap dengan adanya patroli udara dan darat ini, kita dapat menekan dan bergerak cepat melakukan antisipasi terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Ketapang," harapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Rahadi Oesman Ketapang, Nur Alim membnarkan, bahwa sepekan terakhir terdapat beberapa hotpsot di wilayah Ketapang yang mana tiga di antaranya terdapat bekas kebakaran.

"Untuk tiga titik terjadi kebakaran tidak luas, karena cepat diantisipasi oleh pihak terkait," tuturnya.

Ia melanjutkan, potensi terjadinya hotpsot masih bisa terjadi lantaran cuaca di Ketapang untuk sepekan ke depan cenderung dalam kondisi panas, yang mana temperaturnya terus naik.
“Curah hujan menurun drastis dan hanya sekitar 30 persen saja,” terangnya.

Akibatnya, kondisi hutan dan lahan semakin kering, serta potensi hotpsot untuk tiga hari ke depan dinilai 63 persen. Ini  artinya sudah memasuki peringatan waspada.

"Prediksinya seperti itu, jika panas meningkat terus, maka konsentrasi hotspot bisa mencapai 70-80 persen. Jadi pihak terkait harus turun ke lapangan melakukan patroli antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan," tuturnya.

Untuk itu, diharapkan seluruh pihak terkait agar waspada dan dapat mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kepada masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya Karhutla. (teo/bob)