Minggu, 22 September 2019


Polres Ketapang Panggil Penerima Paket Detonator

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 684
Polres Ketapang Panggil Penerima Paket Detonator

ISI PAKET - Petugas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan memeriksa isi paketan 500 detonator peledak yang disembunyikan dalam kemasan kue Lebaran, Minggu (11/6). (Ist/SP)

KETAPANG, SP - Polres Ketapang memeriksa seorang warga yang diduga penerima paket kiriman 500 detonator bom dari warga di Sulawesi Selatan, sebelum digagalkan petugas Petugas Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar, Minggu (11/6).

Warga yang diperiksa petugas Polres itu bernama Raji. Ia warga Jalan MT Haryona, Gang Cenderawasih, RT 01, RW 01, Katapang.

"Alamat penerimanya di Gang Cenderawasih atas nama Raji, sesuai informasi kita terima kemarin malam. Yang bersangkutan langsung kita panggil untuk dimintai keterangan," kata Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Ketapang, Iptu Suhud Tri Haryatmo, Senin (12/6).

Sebelumnya, Minggu (11/6), petugas keamanan kargo Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, menggagalkan pengiriman 500 butir detonator yang dikemas dalam lima  bungkus paket kiriman yang dibungkus kue.

Rencananya, paket kiriman berisi detonator ini diterbangkan dengan menggunakan pesawat Garuda, nomor penerbangan GA-611 dengan tujuan Pontianak. Paket detonator itu dikirim melalui jasa pengiriman barang PT JNE. Pada paket, tertera data pengirim atas nama Jamaluddin, warga Daeng Karamang, Sungguminasa, Kabupaten Gowa.

Dari pengakuan Raji, saat menjalani pemeriksaan di Polres Ketapang, paketan detonator bom memang pesanan dari yang bersangkutan.

"Raji ini seorang peraih ikan, banyak anak buahnya nelayan ikan, kemungkinan besar barang yang dipesan untuk mengebom ikan, tapi bukan dia yang gunakan, melainkan dijual kepada nelayan yang mau membelinya," kata Iptu Suhud.

Ia menambahkan, dari pengakuan yang bersangkutan, dirinya juga sudah pernah memesan barang serupa dengan orang yang sama di Sulawesi, tahun lalu sebanyak 100 buah.

"Yang sekarang pesanan keduanya, yang pertama dia lupa bulan berapa sekitar setahun lalu, dipesannya 100 buah. Dari pengakuannya, tidak ada izin dalam pemesanan barang tersebut," tuturnya.

M Raji usai diperiksa di Polres, justru membantah barang tersebut miliknya. Ia mengaku sudah mengklarifikasi ke Polres Ketapang, Kodim 1203, bahwa dirinya adalah korban pengiriman alamat palsu.

"Sudah saya klarifikasi semua, bahwa saya hanya korban," tuturnya.

Ia melanjutkan, dari informasi yang diterimanya dari aparat, kalau paket tersebut tertulis nama penerima adalah Haji Raji, sedangkan dirinya bernama Muhammad Raji, terlebih dirinya tidak mengetahui apa isi dari paket yang berhasil diamankan pihak Bandara Hasanuddin Makassar tersebut.

"Barang itu bukan barang saya, saya juga tidak tahu barang itu apa, saya juga kaget," ujarnya.

Bahkan, dia menepis dan sama sekali tidak mengenal alamat pengirim, dan dirinya tidak memiliki rekanan di Sulawesi.

"Yang saya tahu beritanya paket dari Sulawesi. Padahal saya tidak ada teman di sana. Saya harap pihak terkait bijak melihat kasus ini. Karena saya ini merupakan korban alamat palsu," beber Raji. (teo/loh)