Polres Tangkap Pengoplos Gas Elpiji

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 710

Polres Tangkap Pengoplos Gas Elpiji
LPG OPLOSAN – Awak media tengah melihat barang bukti berupa tabung gas elpiji ukuran 3 kg dan 12 kg yang dioplos oleh pelaku, di Mapolres Ketapang, Selasa (13/6). SUARA PEMRED/THEO BERNADHI
KETAPANG, SP - Polres Ketapang berhasil mengamankan Samuel (61) Warga Gang Abdul Hadi, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, lantaran kedapatan mengoplos gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kg ke gas elpiji non subsidi ukuran 12 kg di salah satu rumah warga di Gang Abdul Hadi, Kelurahan Sampit, Senin (12/6) sore.

Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Ketapang, IPTU Suhud Tri Haryatmo menjelaskan, keberhasilan pihaknya melakukan penggerebekan terhadap aktivitas pengoplosan gas elpiji berawal adanya informasi dari masyarakat.

"Sebelumnya sempat terjadi kelangkaan gas elpiji subsidi ukuran 3 kg, kita tindaklanjuti dengan memeriksa tempat penampungan atau agen. Kemudian kita dapat informasi ada suatu rumah yang diduga tidak memiliki izin dan melakukan aktivitas penyuntikan tabung gas subsidi ukuran 3 kg ke ukuran 12 kg," ungkapnya, Selasa (13/6).

"Dari informasi itu, kita lakukan pengintaian dan kita gerebek salah satu rumah di Jalan R Suprapto, Gang Abdul Hadi milik saudara Denov yang ternyata dipinjam oleh Samuel untuk menjalankan aktivitas pengoplosan gas elpiji. Saat digerebek, Samuel sedang beraktivitas memindahkan gas ukuran 3 kg ke ukuran 12 kg dengan menggunakan jarum khusus," lanjutnya.

Ia menjelaskan, selain menangkap basah pelaku atas nama Samuel, pihaknya menemukan segel asli dari Pertaminan untuk tabung gas ukuran 3 kg yang sudah dilepas dan segera akan digunakan untuk tabung gas ukuran 12 kg.

"Barang bukti yang kita amankan tabung gas ukuran 12 kg sebanyak 47 tabung, tabung gas ukuran 3 kg sebanyak 120 tabung, timbangan, jarum suntik, setengah karung pasir dan beberapa barang bukti lainnya," tuturnya.

Ia menambahkan, dalam menjalankan aksinya pelaku mengoplos sendiri gas tersebut, dengan menggunakan jarum suntik khusus pelaku kemudian menyuntikkan ke tabung gas ukuran 3 kg yang dihubungkan dengan tabung gas 12 kg dengan posisi tabung gas 12 kg di bawah tabung gas 3 kg. Kemudian ditimpanya menggunakan setengah karung pasir agar proses pemindahan gas dari tabung ukuran 3 kg ke 12 kg berjalan lancar.

"Pelaku dan barang bukti sudah kita amankan. Pelaku akan dijerat Pasal 53, Pasal 55 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas Jo Pasal 62 ayat 1 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen ancaman penjara 5 tahun dan denda Rp50 miliar," tegasnya.
Sementara itu, pelaku pengoplosan gas elpiji subsidi ukuran 3 kg ke tabung gas 12 kg, Samuel (61) mengaku terpaksa melakukan aktivitas ilegal karena tuntutan ekonomi. Ia menjelaskan, dirinya baru dua pekan melakukan aktivitas pengoplosan tersebut.

"Saya baru baru dua minggu mengoplos. Saya tahu caranya karena dulu tahun 1989 saya pernah melihat kawan saya mengoplos gas di daerah Cirebon," katanya.

Dirinya terpaksa melakukan pengoplosan, lantaran sudah tidak memiliki kerjaan, terlebih saat ini dirinya harus menanggung sendiri semua biaya hidup seorang anak di rumah serta seorang anaknya yang sedang kuliah dan sang istri sedang di penjara karena terjerat kasus narkoba.

"Dulu saya kerja di PT BIG, kemudian terakhir kerja nyupir tapi, karena tidak ada kerjaan lagi saya melakukan pengoplosan gas elpiji," katanya.

Dalam menjalankan aksinya, ia terlebih dahulu membeli tabung gas ukuran 3 kg dan 12 kg dari pengecer yang ada di Ketapang.
"Jadi untuk empat tabung elpiji ukuran 3 kg dipindahkan menggunakan jarum khusus, yang saya dapat dari kawan di Cirebon. Jarum itu dimasukan ke satu tabung gas ukuran 12 kg. Tapi, setelah dioplos, dari empat tabung gas ukuran 3 kg ke tabung gas ukuran 12 kg isinya tidak lagi full paling tersisa 11 kg saja," terangnya.

Setelah memindahkan isi tabung gas ukuran 3 kg ke tabung gas ukuran 12 kg, dirinya kemudian menggunakan segel tutup galon yang telah diperkecil untuk menyegel tabung gas ukuran 12 kg yang telah dioplos tersebut, agar lebih meyakinkan pembelinya.

"Saya jual ke daerah hulu, kalau harga tabung gas ukuran 12 kg biasanya dijual Rp110 ribu. Jadi pertabung untungnya Rp30 ribu, karena untuk empat tabung gas ukuran 3 kg yang dipindahkan ke tabung gas ukuran 12 kg saya biasa beli hanya Rp80 ribu saja," katanya.

Selama dua minggu menjalankan aksinya, dirinya baru berhasil menjual 15 tabung gas ukuran 12 kg. Sedangkan 15 tabung lainnya belum sempat terjual, lantaran sudah terlebih dahulu diamankan pihak Polres Ketapang.

"Memang baru 15 tabung terjual, karena proses pengoplosan dari tabung gas ukuran 3 kg ke ukuran 12 kg cukup lama, seharinya hanya bisa dapat menghasilkan 5-6 tabung gas ukuran 12 kg saja," ungkapnya. (teo/bob)