Selasa, 17 September 2019


Bupati Tinjau MPLS di SMA St Petrus

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 855
Bupati Tinjau MPLS di SMA St Petrus

FOTO BERSAMA - Bupati Ketapang, Martin Rantan foto bersama dengan para pengurus yayasan dan dewan guru Sekolah Menengah Atas (SMA) St Petrus, Kamis (18/7). Bersama rombongan, bupati meninjau pelaksanaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

KETAPANG, SP - Bupati Ketapang, Martin Rantan meninjau kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai penganti Masa Orientasi Baru (MOS) di SMA ST Petrus Ketapang, Selasa (18/7). MPLS merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan para peserta didik baru.

Dalam kesempatan tersebut, Martin yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan mengajak para siswa-siswi yang berasal dari berbagai kecamatan, untuk memperbanyak sabahat dan bergaul secara positif.

"Perbanyaklah teman jangan ada musuh, tambatkan persahabatan cinta kasih dan cinta damai," ujarnya.

Martin mengatakan, para siswa nantinya tumbuh dan berkembang menjadi masyarakat dewasa, yang akan mengisi pembangunan di segala bidang. Untuk itu, ia mengingatkan saat ini di dunia termasuk Indonesia, banyak sekali organisasi yang mengajarkan kebencian kepada terhadap sesama dengan sikap in-toleransi .

"Selain menghindari organisasi intoleran, para siswa juga diminta untuk tidak ikut-ikutan mengkomsumsi narkoba. Kalau sudah kecanduan narkoba hancurlah sudah, karena pecandu bisa melakukan tindakan pidana, seperti mencuri dan lain sebagainya," imbaunya.

Di samping itu, ia juga mengingatkan kepada para siswa untuk menjauhi aktivitas pergaluan bebas.  
  "Banyak remaja putus sekolah, akibat terjebak pada pergaulan bebas.  Untuk itu, anak-anak dari kampung yang bersekolah ke kota saya imbau berhati-hati. Ayo fokus pada pendidikan," katanya.

Bupati memaparkan, bahwa saat ini Pemkab Ketapang sedang melakukan pembangunan di segala bidang, salah satunya adalah peningkatan sumber daya manusia.

Beberapa waktu lalu, Pemkab Ketapang telah melakukan pertemuan dengan PT Ketapang Ecology and Agriculture Forestry Industrial Park (EAFIP), yang merupakan salah satu PM berasal dari China. Perusahaan ini berencana akan membangun sebuah kawasan industri di Kecamata Muara Pawan.

"Mereka bekerja sama dengan Soochow University di Suzhou China memberikan beasiswa kepada lulusan SMA/SMK yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan sarjana di China," jelas Bupati.

Perusahan yang akan mengolah industri kayu, dan hasil pertanian seperti ubi menjadi tepung tapioka, akan merekrut anak Ketapang yang berprestasi untuk kuliah di Universtias Suchao. Setelah selesai, mereka akan direkrut kembali sebagai tenaga kerja.

"Jumlahnya terbatas, yakni berkisar 15 orang saja. Kalau peminatnya banyak, mesti melalui tes intelektual dan kepribadian," tuturnya.

Hal ini dilakukan pemerintah, dengan tujuan mempersiapkan SDM di era masyarakat ekonomi Asia, di mana masyarakat Indonesia dituntut untuk berinovasi, membekali diri memiliki knowledge, skill, dan attitude.