PA Ketapang Harapkan Rumdin

Ketapang

Editor Tajil Atifin Dibaca : 645

PA Ketapang Harapkan Rumdin
ilustrasi
KETAPANG, SP - Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Ketapang berharap adanya perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya terkait bantuan pembangunan atau pinjam pakai Rumah Dinas (Rumdin) untuk Hakim PA Ketapang. Hal tersebut disampaikan Kepala PA Ketapang, Ansori. Ia mengatakan kalau PA Ketapang masih kekurangan rumah dinas, lantaran dari lima hakim yang ada di PA Ketapang termasuk dirinya, rumah dinas yang ada hanya satu saja.

"Sebenarnya jika dilihat dari kelas, PA Ketapang masuk Kelas II, sehingga idealnya harus ada 12 hakim dan tentu 12 rumah," ungkapnya, Rabu (6/9).

Untuk hakim-hakim lainnya, Ansori mengatakan, mereka terpaksa harus merogoh kocek sendiri, yakni untuk mengontrak rumah sebagai tempat tinggal selama bertugas di Ketapang. Hal ini tentu mempersulit kehidupan hakim dengan gaji yang ada harus membayar kontrakan sendiri.

"Sesuai Undang-undang yang ada, fasilitas dan perumahan telah dijamin. Kendalanya apa dari pusat selaku pemilik kewenangan, kita tidak tahu, yang jelas apa yang ada di undang-undang belum sesuai dengan yang dirasakan PA Ketapang," tuturnya.

Untuk itu, diakuinya meskipun kewenangan soal fasilitas dan perumahan diatur oleh pusat, tapi perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang sangat diharapkan, misalkan membantu membangun atau pinjam pakai untuk rumah dinas pegawainya.

"Kalau kita memang tidak dibolehkan mengajukan bantuan, tetapi kalau dibantu oleh Pemda boleh. Sebab di daerah lain seperti Sumatera sudah banyak rumah dinas PA dibangun oleh Pemda setempat," katanya.

Apalagi menurutnya, keberadaan institusi Pengandilan Agama sangat penting bagi pemerintah daerah, khususnya dalam menyelesaikan masalah sesuai dengan tugas dan fungsi PA.
"Idealnya di Ketapang paling tidak ada 10 rumah dinas, karena satu sudah ada, ya perlu tambahan sembilan rumah dinas lagi, yang mana dua rumah bisa untuk pejabat struktural, kemudian sisanya bisa untuk hakim atau keperluan lainnya," harapnya. (teo/bob)