Pedagang Pasar Rangge Sentap Keluhkan Sepinya Pembeli

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 464

Pedagang Pasar Rangge Sentap Keluhkan Sepinya Pembeli
SEPI PEMBELI - Lapak pedagang sayur dan ikan di Pasar Rangge Sentap Ketapang terlihat kosong, Jumat (15/9). Sudah setahun lebih, pasar resmi daerah ini sepi akan pembeli.
KETAPANG, SP - Sejumlah pedagang di Pasat Tradisional Rangge Sentap mengeluh sepinya pembeli. Akibatnya, pendapatan mereka menurun dan terancam gulung tikar. Para pedagangpun berharap Pemerintah Daerah (Pemda) dapat menertibkan pasar-pasar yang tidak resmi yang ada di Ketapang.

Eti Suriati (40) satu di antara pedagang sembako di Pasat Tradisional Rangge Sentap mengaku omzet atau pendapatannya jauh berkurang bila dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya.

"Saya berjualan di sini masuk 10 tahun, memang tahun ini pasarnya sepi pembeli, akibatnya omzet sangat jauh menurun," ungkapnya, Jumat (15/9).

Sepinya pembeli, dinilainya karena banyak bermunculan pasar-pasar di seputaran Kota Ketapang baik yang resmi maupun tidak resmi, ditambah kondisi Pasar Rangge Sentap yang memang sudah mulai tua dan harus diperbaiki.

"Padahal pasar sentap pasar induk dan resmi, tapi akibat banyak pasar-pasar yang infonya tidak resmi yang bermunculan di seputaran Kota Ketapang, sehingga masyarakat lebih memilih membeli di pasar-pasar itu, karena kondisi pasar sentap sudah tua dan lokasinya tidak berada tepat di tengah Kota Ketapang," katanya.

Untuk itu, ke depan ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) dapat merealisasikan wacananya untuk merehabilitasi Pasar Rangge Sentap, sehingga dapat menjadi lebih bagus dan membuat masyarakat berbelanja dengan nyaman.

"Harapan Pasar Rangge Sentap bisa diperbaiki, dan pasar-pasar tidak resmi agar bisa ditertibkan," tuturnya.

Sementara itu, Usainah satu di antara pedagang sayur mayur di Pasar Rangge Sentap berharap wacana penataan terhadap pasar tradisional ini dapat segera terlaksana.
"Kalau bisa segera di tata ulang, karena untuk saat pasar memang sangat sepi, kalau tahun-tahun sebelumnya siang masih lumayan ramai, sekarang kalau jam 8 pagi sudah sepi jarang ada pembeli, paling-paling subuh hari itupun hanya sebentar dan tidak ramai pembeli," katanya.

Menurut dia, sepinya pasar ini selain kondisi yang memang harus ditata ulang, faktor lainnya mulai ramai bermunculan pasar-pasar di wilayah Perkotaan Ketapang, sehingga Pasar Rangge Sentap mulai ditinggal pembeli.

"Kadang-kadang sayur jualan tidak laku, mau tidak mau dikasikan ke orang, karena tidak bisa dijual untuk nanti. Jadi pendapatan menurun, untuk makan sehari-hari kadang tidak cukup," keluhnya.

Alang pedagang sembako lainnya mengaku, dirinya saat ini tidak terlalu banyak membeli barang-barang untuk dijual, hal tersebut lantaran sepinya pembeli.

"Kalau mau stok banyak, takut barangnya rusak," katanya.

Iapun mengaku hanya bisa bersabar terhadap kondisi ini sambil berharap Pemda Ketapang segera merealisasikan pembenahan di Pasar Rangge Sentap.

"Kalau pasarnya pisah-pisah tentu kita di Pasar Rangge Sentap tidak dapat apa-apa, buka subuh tapi pembelinya tidak ada," keluhnya. (teo/bob)

Komentar